Bupati Marah Dituding ke Italia Gunakan Dana Siluman

oleh -1 views
Bupati, Drs H Jamaluddin Malik
bankntb

Sumbawa Besar, SR (10/06/15)

Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik sangat murka atas tudingan salah seorang oknum anggota DPRD Sumbawa yang mengatakan anggaran perjalanan dinas Bupati dan rombongan ke Italia dalam waktu dekat ini adalah dana siluman. JM—akrab Bupati disapa saat dicegat usai membuka kegiatan Lomba Masak Serba Ikan di Wisma Daerah, Rabu (10/6), balik menuding jika oknum wakil rakyat itu memiliki otak yang picik yang tidak berpikir sebelum mengeluarkan statemen. “Mikir pake otak. Sebagai anggota DPRD jangan bicara menyesatkan orang. Bicara seperti orang pintar padahal dia itu bodoh,” tukas JM.

Namun JM memahami munculnya statemen itu karena mungkin oknum dewan itu jarang masuk kantor sehingga tidak mengetahui adanya pembahasan. Apalagi yang berangkat nanti termasuk pimpinan DPRD Sumbawa dan pimpinan Komisi II.

Untuk diketahui ungkap JM, dana keberangkatan ke Italia tersebut telah dianggarkan melalui APBD. Dan keberangkatan ini merupakan hasil perjuangan bertahun-tahun. Ia secara pribadi sebenarnya malas ke Itali. Tapi karena mereka mensyaratkan harus menandatangani MoU secara resmi di Italy, sehingga dirinya selaku kepala daerah bersama rombongan harus kesana. Apalagi keberangkatan dan penandatanganan MoU ini ke depan sangat bermanfaat bagi daerah terutama masyarakat selaku peternak kerbau. Dari kerjasama ini nantinya, tenaga ahli dari asosiasi kerbau internasional di Italia akan membantu daerah secara teknis. Mereka kirim tenaga ahli ke daerah tanpa dibayar karena mereka membiayai dirinya sendiri. Hanya yang dipersiapkan daerah adalah tempat tinggal sementara ketika mereka berada di Sumbawa. “Mereka sudah pernah datang ke sini. Kita sudah tandatangan MoU di sini, tapi mereka juga meminta kita kesana untuk menandatangani MoU yang sama,” katanya.

Baca Juga  Mantul ! Hasil Karya Mahasiswi UTS Tembus Pasar Internasional

Di bagian lain, JM juga mengklarifikasi keikutsertaan H Ilham Mustami S.Ag—salah seorang pimpinan DPRD Sumbawa. keberangkatan Haji Ilham ini bukan karena kader Hanura atau orang terdekatnya. Selain pimpinan dewan, Haji Ilham menurut JM, adalah pelaku sekaligus pemilik ternak kerbau yang cukup potensial. Terlebih lagi pusat kerbau di Maronge tempat tanah kelahiran Haji Ilham, sehingga dinilai sangat paham atau pakar mengenai kerbau.

Lebih jauh dijelaskan JM, secara nasional ternak kerbau populasinya cenderung menurun. Setelah dicek di lapangan, menurunnya populasi karena kekurangan pakan dan air. Alasan inilah yang melatarbelakangi dibangunnya Laboratorium Kerbau di Kecamatan Maronge, sebagai tempat belajar, melakukan riset dan juga menjadi tempat masyarakat mengambil bibit dan pakan. “Inilah salah satu manfaat adanya MoU sekaligus keberangkatan rombongan ke Italia untuk mengetahui lebih jauh

bagaimana cara inseminasi dan pemeliharaan yang bagus. Hasil penelitian dan pendampingan secara tekhnis yang dilakukan tim ahli dalam asosiasi kerbau internasional di Thailand, Iraq, dan Vietnam rata-rata satu ekor bisa mencapai 12 liter air susu. Kita sekarang baru rata-rata 1-2 liter per kerbau,” tukas JM.

Karenanya Ia sangat menyesalkan tudingan tak mendasar oknum dewan itu. Seharusnya dia membantu dan mensupport pemerintah agar daerah ini menjadi lebih baik. “Jangan dia sesatkan masyarakat dengan pernyataan-pernyataan seperti yang dia sampaikan saat ini. Kalau dia protes dana siluman, silahkan di DPRD. Jangan berbicara di koran. Kalau dia merasa cerdas, ya cerdaskan orang sumbawa ini. Jangan dia bodohkan seperti pikirannya dia,” cetusnya. (*)

iklan bapenda