Jaksa Panggil Peserta Tender Rumah Adat KSB

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (09/06/15)

Sejumlah rekanan yang menjadi peserta tender proyek Rumah Adat KSB dipanggil tim jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Sumbawa. Pemanggilan ini untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan penyimpangan proyek dimaksud. Namun dari tiga rekanan ini hanya satu yang memenuhi panggilan jaksa.

amdal
Kasi Pidsus Kejaksaan Sumbawa, Iwan kurniawan SH
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri  Sumbawa, Iwan kurniawan SH

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Iwan Kurniawan SH kemarin, mengakui hanya satu rekanan yang dapat dimintai klarifikasi yakni AMR Direktur CV GI. Dua rekanan lainnya belum hadir, satunya berhalangan dan minta untuk dijadwalkan ulang, sedangkan satunya lagi tanpa keterangan.

Menurut Iwan—sapaan singkat pejabat murah senyum ini, para rekanan ini diklarifikasi karena perusahaannya ikut mengajukan penawaran dalam tender Rumah Adat KSB. tapi Iwan enggan memberikan lebih rinci soal hasil klarifikasi karena berkaitan dengan materi klarifikasi. “Setelah ketiga rekanan peserta tender kami mintai klarifikasi, nanti giliran perusahaan pemenang tender,” tandas Iwan.

Sebelumnya pihak kejaksaan telah memanggil sejumlah pejabat di antaranya Kepala dan Sekretaris Dikpora KSB, mantan Kepala ULP KSB, dan Pokja proyek tersebut.  Pemanggilan ini dilakukan untuk mengungkap mangkraknya pembangunan rumah adat milik Pemerintah KSB senilai Rp 2 miliar tersebut. Mangkraknya proyek ini karena diduga kuat setelah dilakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek. Ini karena kontraktornya diduga kabur.  Kontraktor proyek ini adalah PT AS. Meski diputus kontrak, PT AS sebelumnya diduga telah menerima anggaran sebesar Rp 500 juta dari keseluruhan nilai kontraknya. Padahal Realisasi pekerjaan yang dilaksanakan PT AS sekitar 5,4 persen. (*)

iklan bapenda
Baca Juga  BPBD Temukan Baling-baling Pesawat Hilang