Siswa SD Pelaku Pencabulan Tidak Bisa Dipidana

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (06/06/15)

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM mengatakan, kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di dalam kelas sebuah sekolah dasar wilayah Desa Langam Kecamatan Lopok, telah ditangani pihak kepolisian. Pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya maksimal dengan menggelar mediasi menjelaskan mengenai proses hukum dan dasar hukum penanganan kasus tersebut. Sebab pelaku dan korban sama-sama masih di bawah umur yakni di bawah 12 tahun. Sesuai pasal 21 UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), para pelaku yang berjumlah 6 orang ini tidak bisa dipidana. Mereka hanya bisa dikenakan tindakan. Tindakan sebagaimana pasal tersebut adalah dikembalikan kepada orang tua untuk diawasi dan dibina. Selain itu para pelaku akan direhabilitasi di panti sosial yang ditunjuk pemerintah. “Jika pelaku berusia di atas 14 tahun hingga 18 tahun baru bisa dikenakan pidana, tapi harus melalui upaya diversi atau penyelesaian di luar hukum,” tandasnya.

amdal

FKR Demo Lagi 1Penjelasan Kapolres ini menanggapi tuntutan para pendemo dari massa Front Keadilan Rakyat (FKR) yang meminta polisi segera menuntaskan kasus tersebut. Sebelumnya Polres Sumbawa juga telah melakukan gelar perkara kasus dugaan pencabulan dan pemalakan tersebut. Dalam gelar kasus yang berlangsung di Polres Sumbawa, Jumat (22/5), polisi mengundang keluarga korban, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan BAPAS.

Dalam kesempatan itu keluarga korban menyampaikan bahwa korban mengalami trauma berat dan tidak berani sekolah, bermain apalagi beraktivitas di luar rumah. Korban kini sudah ditangani panti rehabilitasi di Mataram. Selain itu keluarga korban menginginkan agar para pelaku dapat dipindah sekolahnya dan direhabilitasi. Terhadap permintaan keluarga korban ini polisi tidak memiliki kewenangan namun dapat menfasilitasinya dengan cara mengirim surat kepada Dinas Sosial dan Dinas Diknas agar dapat mewujudkan keinginan keluarga korban. Tak hanya itu polisi juga telah meminta BAPAS dan LPA untuk turut membantu dan bersama-sama melakukan penetrasi terhadap instansi terkait agar memenuhi keinginan korban. (*)

iklan bapenda
Baca Juga  Jual HP di Counter, Dua Maling Dibekuk Buser