Disersi 193 Hari, Mantan Kanit Buser Dipecat

oleh -11 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (06/06/15)

Sis kini sudah tidak lagi menjadi anggota polisi. Mantan Kepala Unit Buru Sergap (Kanit Buser) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa ini resmi dipecat dari kesatuan Polri. Pemecatan terhadap anggota polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) ini dilakukan melalui upacara resmi yang digelar di halaman apel Polres Sumbawa, Sabtu (6/6). Sayangnya, upacara pelepasan seragam yang dipimpin Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM dan dihadiri seluruh jajarannya tanpa dihadiri anggota bersangkutan. Sejak dinyatakan DPO beberapa bulan lalu hingga saat ini, oknum anggota tersebut menghilang.

Sis melakukan pelanggaran berupa disersi (meninggalkan tugas) secara berturut-turut selama 193 hari sejak 1 September 2014 hingga 21 April 2015. Beberapa kali pemanggilan sudah dilayangkan penyidik Unit P3D (Provost) namun oknum yang bersangkutan tidak memenuhinya. Pencarian juga sudah dilakukan baik di alamatnya wilayah Kabupaten Sumbawa hingga ke kampung halamannya di Madiun, Jawa Timur. Setelah upaya tersebut dilakukan, Kapolres mengeluarkan surat perintah (Sprint) penghentian gaji, serta menerbitkan DPO sejak 2 Februari 2015 lalu.

Bripka Sis dinyatakan melanggar pasal 14 ayat (1) huruf a PP No. 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri, yakni anggota kepolisian Negara Republik Indonesia apabila meninggalkan tugas secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. Kemudian pasal 21 ayat (3) huruf e Peraturan Kapolri (Perkap) No. 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia, mengatur tentang sanksi administrasi yang diberikan berupa rekomendasi PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g. Ini dikenakan bagi pelanggar yang melakukan pelanggaran meliputi meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.

Baca Juga  Pangdam IX/Udayana Apresiasi Kunker Wapres RI Aman dan Lancar

Kapolres arahanKapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi tadi pagi, mengatakan upacara tersebut adalah puncak karier oknum anggota polisi itu. Dan ini menjadi contoh bagi anggota lainnya bahwa setiap pelanggaran baik berat maupun ringan pasti ada konsekwensinya. Sebab sekecil apapun pelanggaran akan diproses melalui tindakan disiplin karena menyangkut kelangsungan karier bersangkutan. Sedangkan pelanggaran berat siap-siap dipecat. Karenanya yang melanggar segera memperbaiki diri dan tidak mengulanginya lagi. “Yang berprestasi pasti akan diberikan reward dan yang melanggar diberikan punishment,” tandasnya, seraya mengingatkan bahwa semua anggota selalu diawasi oleh masyarakat, teman, atasan, bawahan, dan diri sendiri. Sebab yang paling mengetahui masalah atau tidak adalah diri sendiri karenanya harus merubah diri. (*)

iklan bapenda