Buddha Tidur yang Mendatangkan Duit

oleh -1 views
bankntb

Perjalanan Mahasiswa UTS ke Bangkok

Bangkok, SR (02/06/15)

Bicara soal destinasi wisata Thailand takkan pernah ada habisnya. Watpho adalah salah satunya. Biasanya turis menjadikan lokasi ini sebagai destinasi religi. Sebab di sini terdapat puluhan patung Budha. Salah satu patung budha itu adalah Budha Tidur berukuran raksasa dengan warna keemasan. Penasaran untuk melihatnya, rombongan mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang tergabung dalam kegiatan Golagong Traveling, harus membayar tiket masuk 100 Bath per orang atau sekitar Rp 40 ribu. Di gerbang sudah menunggu petugas kuil yang siap mengantarkan pelancong untuk melihat dari dekat apa yang menjadi destinasi.

Buddha tidur
Buddha tidur

Ketika masuk, rombongan sudah disuguhi dengan ukiran yang didominasi warna kuning. Jika melihat dari bentuk dan ukirannya, ini merupakan mahakarya yang luar biasa. Keindahan inilah yang mampu melahirkan rasa takjub para pelancong termasuk mahasiswa UTS yang dikomandani Warek IV Dewi Noviany, M.Pd. moment tersebut tak disia-siakan Farida Idifitriani–Warek II UTS, Wawat Rohdiawati selaku Kaprodi dan para wartawan untuk berfoto ria. Siapapun yang berkunjung ke sana seolah diajak melakukan ritual karena setelah berfoto dengan latar Budha Tidur, turis diminta untuk memasukkan uang koin ke dalam puluhan wadah berbentuk gayung yang berjajar rapi di sisi patung sebagai bentuk sedekah. Katanya sih, si pemberi sedekah akan mendapatkan berkah. Keyakinan inilah yang mendorong Fajar wartawan Radar mencoba mengikuti ritual itu. Kebetulan wajah dan kepala plontos wartawan yang satu ini mirip pengikut fanatik sang Budha. “Di sini saya baru ketemu saudara,” ujar Fajar berkelakar usai berfoto bersama dengan para biksu.

Baca Juga  Gelar Leadership Training, FKPS Undang Pelajar NTB, Bali dan Jatim
Istana dalam loka
Istana dalam loka

Watpho jika disamakan dengan Sumbawa hampir mirip dengan Istana Tua “Dalam Loka”. Hanya yang membedakan kekayaan aset di dalamnya. Watpo berisi banyak bangunan berupa istana, dan setiap bangunan berisi patung Buddha yang selain untuk ibadah juga gelaran budaya dan wisata. Banyak pernak-pernik dan peninggalan para biksu jaman dahulu yang disakralkan sekaligus dipamerkan. Sedangkan Istana Dalam Loka minim aset, karena peninggalan raja Sumbawa di dalam rumah panggung terbesar di dunia ini nyaris tak ditemukan sehingga sulit bagi para pelancong untuk menikmatinya secara paripurna. (*)

iklan bapenda