Berburu Buah di Supattra Land

oleh -9 views
bankntb

Bangkok, SR (01/06/15)

Rasa lelah seketika sirna ketika Mobil Van yang dicarter rombongan UTS memasuki gerbang Pattraland atau Supatra Fruits Garden (kebun buah). Lokasi yang wajib dikunjungi turis mancanenara ini berada cukup jauh menjorok ke bagian selatan Kota Bangkok dengan jarak tempuh sekitar 250 kilometer. Ini adalah tempat yang rekomendasikan Dr Zukieflimansyah M.Sc Pendiri sekaligus Ketua Dewan Penasehat UTS. Menurut tokoh nasional ini belum ke Bangkok jika tidak mengunjungi kebun buah yang memiliki luas sekitar 800 hektar tersebut.

amdal

Bangkok Patraland 2Kesan dan aroma buah sudah terasa karena di pintu masuk sudah tersuguh berbagai macam pernak-pernik buah, jus buah, dan tempat yang dikemas untuk berfoto ria dengan latar belakang buah. Rombongan yang terdiri dari 14 orang ini sepertinya tak sabar untuk membuktikan sebuah cerita bagaimana bisa menikmati buah hingga mabuk dan langsung memetik dari pohonnya. Sebelum rasa penasaran ini semakin panjang, seorang petugas dengan ramah mempersilahkan rombongan naik ke kereta wisata dan siap mengantarkan ke lokasi yang menjadi impian ini. Untuk mencapai kebun buah tersebut masing-masing orang harus membayar tiket 400 bath atau setara Rp 160 ribu. Kereta wisata inipun melaju santai menembus kebun buah berjarak tempuh sekitar 2 kilometer. Ternyata di sana sudah ramai pengunjung dan mereka sangat lahap menikmati aneka buah yang disediakan petugas. Seperti durian Bangkok, salak, rambutan, manggis, pepaya, buah naga, kelengkeng, belimbing, kiwi, jeruk dan anggur hijau. Seperti dikomando rombongan menyebar, tapi yang paling favorit diburu adalah duren Bangkok yang terkenal gede dengan isi yang tebal. Warek IV, Dewi Noviany M.Pd terlihat sangat lahap karena menurut ibu camat ini buah tersebut adalah favoritnya. Semua pun mengekor sebab duren di Sumbawa hanya ada pada musim tertentu itupun harganya cukup mahal. Rupanya hanya nafsu dan lapar mata saja, karena paling banyak masing-masing mampu menghabiskan tiga butir (isi) duren. Gola Gong—guide UTS angkat tangan tanda menyerah. Gara-gara makan duren berlebih, kolesterolnya kambuh, tatapannya nanar dan kepalanya pusing. Gola Gong adalah orang pertama yang angkat kaki untuk mencari tempat yang sejuk guna memulihkan kondisinya. Berbeda dengan tiga orang wartawan (Jen Samawarea, Fajar Radar Sumbawa dan Iwan Gaung NTB) berubah menjadi manusia pemakan segala. Semua buah yang tersaji lahap tersantap. Apalagi dua gadis cantik asal Birma yang menjadi karyawan setempat dengan ramah melayani dan mengupas buah yang diminta para kuli tinta ini.

Baca Juga  Ciptakan dan Pasarkan Produk, 25 BUMDes di Sumbawa Terkategori Maju

Bangkok Patraland 6Puas menikmati buah, petugas kembali mengajak rombongan berkeliling di tengah-tengah kebun buah. Sepanjang mata memandang rambutan dengan buah yang ranum, anggur hijau segar bergelantungan, dan duren yang rona merekah, berjajar rapi di kiri kanan jalan yang dilalui kereta. Sesekali kereta yang dikendalikan Among—pria asal Thailand, berhenti untuk memberikan kesempatan kepada rombongan berekspresi dan berfoto di pohon buah tersebut. Bahkan penulis dan dua rekan wartawan harus bersusah payah naik ke pohon untuk sekedar memegang buah guna mendapatkan gambar yang bagus hasil jepretan Winda Meiriastuti, salah seorang dosen UTS. Setelah melaju satu kilometer, kereta berhenti di sebuah tempat khusus semacam kedai. Di sini petugas sudah menyiapkan santap siang, salad sayur dan buah. Pelayanan ini terbilang prima dan mampu memuaskan pengunjung. Kebun buah yang sebenarnya tidak terlalu lengkap seperti halnya Mekar Sari Bogor di Indonesia, namun pemerintah setempat mengemasnya sedemikian rupa sehingga mampu menarik minat para wisatawan baik lokal, domestik maupun dunia. Selain hasil tiket yang lumayan besar, di dalam kebun buah itu disediakan minimarket yang menjual makanan khas Thailand, yang diolah dari buah, sayur-sayuran dan ternak. Harganya tidak terlalu mahal berkisar 20-30 bath sampai Rp 8.000—15.000, ini bisa menjadi bagian promosi produk lokal maupun buah tangan para pengunjung. Ini bisa diterapkan di Kabupaten Sumbawa khususnya dengan dukungan kekayaan potensi sumberdaya alam. Seperti kebun buah di Alas (Agro Tamase) dan Penyaring dengan Ladang Artha Buananya, serta kebun buah naga di sekitar Samawa Cottage. (*)

iklan bapenda