Sukseskan Pilkada Sumbawa Adalah Tanggung Jawab Bersama

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (27/05/15)

Panitia Pengawas Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa menggelar sosialisasi persiapan pengawasan pemilihan Bupati dan Walikota 2015. Hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan di Wisma Daerah Kabupaten Sumbawa, kemarin, di antaranya Pimpinan Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi NTB, pimpinan partai politik, camat dan para peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat dan siswa/siswi SMA.

amdal

Ketua Bawaslu Provinsi NTB M Kwalid S.Ag. MH dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sumbawa yang memfasilitasi kegiatan yang dinilai sangat penting dalam upaya membantu tugas-tugas anggota Panwas Kabupaten. Ini adalah komitmen yang diberikan pemerintah daerah terutama dalam menyediakan anggaran. “Sumbawa akan kami jadikan referensi bagi kabupaten kota yang lain, karena Kabupaten Sumbawa sangat terbuka,” ucapnya, seraya menambahkan bahwa pertemuan sosialisasi ini menjadi modal awal bagaimana mengkoordinasikan antar penyelenggara pemilu agar bisa berjalan lancar sehingga menghasilkan sesuatu yang baik pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

Pimpinan Bawaslu RI Ir Nelson Simanjuntak SH dalam arahan singkatnya menyatakan bahwa Bawaslu adalah pelayan masyarakat. Dalam rangka melaksanakan pemilihan serentak di 269 daerah terdiri dari 9 provinsi dan 260 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, Panwaslu melakukan serangkaian sosialisasi yang menurut rencana akan dilakukan di 50 kabupaten/kota. Ini dilakukan dengan harapan bahwa pemilihan kepala daerah khususnya di Sumbawa menjadi jauh lebih baik dari yang kemarin.

Baca Juga  Lautan Manusia di Kampanye Akbar MAPAN

Dikatakannya, masa orde baru tidak ada yang bisa dikritik setelah pemilu. Sedangkan di zaman reformasi ini masyarakat dapat mengkritik atau bisa mengawasi langsung pemilu. Kualitas pemilu tidak lebih baik dari tahun ke tahun secara teknis, tetapi lebih baik secara moral. Diakuinya telah terjadi kemerosotan, dilihat dari partisipasi tahun 1999, pemilih yang hadir di TPS tercatat sebanyak 93%. Lima tahun kemudian (tahun 2004) pemilih yang ada di TPS menurun menjadi 84% lalu kemudian 2009 71% dan tahun 2014 naik menjadi 76%. Menurut catatan, ada peningkatan yang dilakukan oleh KPU. Peningkatan ini terjadi karena banyak program yang dilaksanakan KPU dan pengawas pemilu dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi pemilihan dan pemungutan suara.

Sementara itu Asisten Pemerintahan Setda Sumbawa Dr HM Ikhsan M.Pd mewakili Bupati menyinggung beberapa waktu lalu telah dilaksanakan launching Pilkada Sumbawa Tahun 2015 yang merupakan rangkaian persiapan penyelenggaraan Pilkada 2015. Pilkada yang akan dilaksanakan nanti dilakukan secara langsung yang merupakan bagian dari pembangunan politik dan demokrasi di masyarakat. Pembangunan bidang politik diarahkan untuk mengembangkan sistem politik nasional yang berkedaulatan rakyat, demokratis, dan terbuka, serta mengembangkan kehidupan partai yang tetap menghormati keanekaragaman aspirasi politik. Keberadaan semua unsur pelaksana Pilkada memiliki peran yang sangat strategis bagi terselenggaranya pesta demokrasi yang bersih, berintegritas dan bebas korupsi. Dengan jadwal pilkada yang begitu padat, mengharuskan segenap penyelenggara pilkada untuk dapat bekerja keras dengan penuh perhatian dan ketelitian. Berbagai aturan main sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku harus benar-benar dipahami secara komprehensif.

Baca Juga  Kasus Genset Bansos Mandeg, Timses SAAT JAYA Protes Panwas

Untuk itulah melalui sosialisasi persiapan pengawasan pemilihan Bupati dan Walikota tahun 2015 ini, diharapkan Pilkada Sumbawa yang bersih, berintegritas dan bebas korupsi dapat diwujudkan. Demikian juga pendekatan yang baik kepada masyarakat perlu dilakukan agar dapat berpatisipasi dalam agenda pembangunan maupun agenda demokrasi dengan santun dan mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan. Karena itu tanggung jawab menyukseskan pilkada bukan hanya menjadi tugas KPU, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara KPU, pemerintah, parpol, dan seluruh elemen masyarakat Sumbawa. (*)

iklan bapenda