Rektor UTS Lepas Mahasiswa Fateta ke Bangkok

oleh -3 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (26/05/15)

Rombongan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) memulai perjalanannya ke Bangkok Thailand. Rencananya rombongan akan berada di negara ‘kaya pertanian’ ini selama empat hari, 27—30 Mei 2015. Sebelumnya rombongan yang terdiri dari 4 orang mahasiswa, tiga dosen, dua wakil rector (Dewi Noviany M.Pd dan Farida Idifitriani) dan tiga orang wartawan ini transit di Jakarta melakukan study banding ke Puspiptek (Pusat Penetian Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).

amdal

Saat melepas keberangkatan rombongan di Mess Dosen Putri, Panto Daeng, Sumbawa, Minggu (24/5) malam lalu, Rektor UTS, Dr Arief Budi Witarto Ph.D menilai keberangkatan mahasiswa Fateta ke Bangkok sangat tepat karena negara tetangga Indonesia ini telah mengklaim diri sebagai negara yang menjadi dapurnya dunia. Ini sangat menarik, karena negara tersebut memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) tidak lebih bagus dari Indonesia. “Dari sisi kekayaan alam, Indonesia lebih bagus dari Thailand, tapi negara itu berani mengklaim diri sebagai dapurnya dunia,” katanya.

Karenanya Ia berharap dari kunjungan ini mahasiswa dan dosen Fateta dapat banyak belajar dari keunggulan negara itu sehingga memiliki pengetahuan untuk dapat diterapkan minimal di lingkup UTS. Namun yang paling penting mahasiswa UTS memiliki semangat dan kepercayaan diri. “Kami berharap kunjungan ini tidak sekedar jalan-jalan tapi tujuannya adalah belajar,” pesan Doktor Arief—sapaan akrab Rektor jebolan Tokyo University ini.

Baca Juga  Kali Ini Iqbal Sanggo Turun Tangan Lestarikan Kakatua Jambul Kuning

Dalam kesempatan itu, Doktor Arief menyatakan bahwa UTS terus memberikan dukungan kepada mahasiswanya untuk memiliki wawasan global. Dalam dua tahun ini saja hampir semua fakultas di perguruan tinggi teknologi terkemuka di kawasan Indonesia bagian timur tersebut mengirim mahasiswanya tidak saja untuk mengikuti kompetisi dunia, studi banding, pertemuan dunia maupun menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri. Sebut saja Fakultas Bioteknologi (FTB) yang berhasil meraih 4 penghargaan dunia dalam kompetisi iGEM 2014 di Boston Amerika Serikat, kemudian mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ke Malaysia mengikuti ASEAN University Youth Summit (AUYS) 2015, berlanjut mahasiswa Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) ke Singapore untuk belajar menulis. Kini giliran Fakultas Teknologi Pertanian yang bertolak ke Bangkok, Thailand.

persiapan presentasi ke bangkok
persiapan presentasi ke bangkok

Sementara Ketua Rombongan Fateta UTS, Wawat Rodiahwati menjelaskan, salah satu tujuan dari keberangkatan ini adalah menjalin kerjasama akademik yakni riset dan education dengan Thai-German Graduate School (TGGS) King Mongkut’s University of Technology North Bangkok (TGGS KMUTNB). Implementasi dari kerjasama ini di antaranya melakukan pertukaran mahasiswa dan dosen. Mahasiswa yang dikirim ke Bangkok ini adalah Ariskanopitasari, Ary Satria Dirgantara, Denny Maardiansyah, dan Eko Sulistio–berasal dari jurusan Teknologi Industri Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian. Mereka terpilih setelah berhasil lolos seleksi membuat paper dalam Bahasa Inggris dengan tema “Leadership” (kepemimpinan). Wawat—sapaan akrab dosen lajang jebolan magsiter University of Technology North Bangkok ini menambahkan selain ke TGGS KMUTNB, rombongan akan melakukan kunjungan agrowisata sekaligus belajar tentang pertanian. Sebab Thailand sangat terkenal tentang pengolahan hasil pertanian dan penggagas mutu sehingga mereka bisa eksport ke negara lain. Produknya bisa diterima oleh negara-negara Eropa dibandingkan dengan produk Indonesia. Produk pertanian Thailand yang terkenal di antaranya Jambu Bangkok, Durian Montong, beras Thailand dan lainnya. Tak kalah pentingnya dari kunjungan tersebut adalah mahasiswa belajar menulis dan membuat buku karena nantinya akan bergabung dalam Gola Gong Xplore yang dipandu langsung oleh penulis dan pembuat naskah film terkenal, Gol A Gong.

Baca Juga  Presiden Jokowi: Pengusaha Mendapat Manfaat dari Proses Ekspor

Wawat berharap selepas dari Bangkok, bahasa Inggris mahasiswanya terlatih, wawasan internasionalnya terbuka dan kepercayaan diri semakin meningkat sehingga ketika berhubungan dengan mahasiswa atau orang-orang dari negara lain mereka tidak kagok. (*)

iklan bapenda