Polda NTB Jamin Proses Hukum Profesional

oleh -0 views
bankntb

ER Sehat dan Tengah Diperiksa

Mataram, SR (27/05/15)

Kepolisian Daerah (Polda) NTB memastikan proses hukum terhadap kasus dugaan sodomi dan pembunuhan terhadap JJ berjalan transparan dan profesional. Tidak hanya itu, polisi juga  memastikan upaya yang sama juga dilakukan terhadap proses hukum puluhan orang yang diamankan dalam kasus kerusuhan Taliwang dan penembakan yang menimpa Baharuddin Mustafa (47) warga Pakirum kelurahan Sampir–Taliwang (KSB).

Kapolda NTB, Brigjen Pol Srijono
Kapolda NTB, Brigjen Pol Srijono

Polisi bersyukur, ER berhasil kembali diamankan untuk menjalani proses hukum. Sebelumnya, ER sempat melarikan diri setelah masih diperiksa sebagai saksi dalam kasus pembunuhan dan sodomi yang melibatkan putranya, JJ. ‘’Kami jelaskan di sini, bahwa ER sudah berhasil ditangkap kembali. Kini ia dalam kondisi sehat setelah mendapat perawatan medis.

Penyidik tengah memeriksa ER kembali untuk mengungkap tersangka lain pelaku pembunuhan, Ikram, enam tahun, warga Taliwang,’’ kata Kapolda NTB, Brigjen Polisi Srijono, dalam siaran pers yang diterima media, Senin kemarin.

Saat ini, kata Kapolda, penyidik Polda NTB tengah memeriksa puluhan orang yang diduga terlibat dalam aksi provokasi dan pengrusakan dalam kerusuhan di Taliwang, belum lama ini. Kapolda pun membantah bahwa, ER dilaporkan telah meninggal dunia. Karena itulah, ia meminta masyarakat dan seluruh elemen termasuk pemerintah bahu-membahu mencairkan suasana. Tidak ada lagi provokasi dan percayakan seluruh proses hukum kepada kepolisian. ‘’Tidak ada pemukulan terhadap rekan-rekan kita yang diperiksa. Semuanya dalam suasana yang baik baik saja,’’ ujar Kapolda lagi.

Baca Juga  Keluarga Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid di RSUD Kota Bima, ini yang Dilakukan Polisi

Setelah itu, Kapolda menyambut baik masukan dan kritikan masyarakat terhadap proses hukum yang dilakukan Polri. Hanya, ia berharap kritikan itu disampaikan langsung dengan cara santun  dan terbuka. Tidak lagi berdebat di ruang publik dan media sosial agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat. ‘’Kami  setuju, ayo buka ruang diskusi dan saling terbuka,’’ demikian, Kapolda. (*)

 

iklan bapenda