Dibiarkan Pendarahan, Ibu Melahirkan Meninggal

oleh -0 views
bankntb

Pelayanan RSUD Sumbawa Dikeluhkan

Sumbawa Besar, SR (24/05/15)

Pelayanan di RSUD Sumbawa kembali dikeluhkan. Ini muncul setelah Musdalifah—pasien melahirkan meninggal dunia. Lambatnya penanganan oleh petugas medis setempat dituding sebagai biangnya. Sebelum meninggal atau pasca persalinan, Musdalifah mengalami pendarahan selama dua jam tanpa ada penanganan.

Paman korban, Supianto Bagas menuturkan, keponakannya masuk RSUD Sumbawa setelah dirujuk puskesmas. Sebab menurut dokter langganannya, usia kandungan korban sudah melebihi waktu. Korban mulai dirawat di Zall Kandungan sejak pukul 11.00 Wita dan petugas memberikan obat perangsang untuk persalinan. Sekitar pukul 19.00 Wita, Musdalifah melahirkan. Namun setelah persalinan mengalami pendarahan yang terus menerus. Tidak ada satupun petugas yang memantau kondisi korban, yang kemudian memaksanya untuk memanggil petugas di ruang bidan. Namun petugas setempat terkesan agak enggan karena tidak sigap menindaklanjuti laporan. Siapnya lagi, petugas yang datang justru mengatakan kalau pendarahan itu adalah hal yang biasa. Kenyataannya pendarahan it uterus terjadi sehingga sekitar pukul 21.00 Wita, petugas mulai panik lalu membawa korban ke ruang ICU (Intesive Care Unit) untuk mendapat perawatan intensif. Dalam perawatan itulah korban menemui ajal.

Bagas menyesalkan lambannya penanganan korban. Apalagi petugas tidak dari awal mengatakan kepada keluarga jika korban membutuhkan darah. Dan itu dikatakan petugas beberapa menit sebelum korban meninggal dunia. “Kami kecewa dengan pelayanan RSUD,” sesalnya seraya meminta Komisi IV DPRD Sumbawa dapat menyikapi kondisi yang terjadi di RSUD agar tidak ada lagi korban lain yang meninggal dunia akibat lambannya pelayanan.

Baca Juga  Polsek Plampang Gelar Aksi Bersih Lingkungan Cegah Corona dan DBD
Ahmadul Kusasih SH, Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa
Ahmadul Kusasih SH, Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa

Menanggapi hal itu Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa, Ahmadul Kosasi SH berjanji akan memanggil pihak RSUD Sumbawa untuk dimintai klarifikasi. Namun jika kejadian itu akibat lambannya penanganan tentu sangat disayangkan. Sebab ketika pasien mengalami pendarahan harus ditangani secara serius. “Jangan sampai keluarga marah baru pasien ditangani. Ini tidak pas,” ucapnya.

Karenanya politisi Golkar ini mendesak Direktur RSUD melakukan pembinaan terhadap aparaturnya sehingga kasus serupa tidak terulang lagi.

Sementara Direktur RSUD Sumbawa, dr Selvi belum berhasil dikonfirmasi. Saat wartawan media ini datang ke kantornya, Sabtu (23/5), Dirut cantik itu tidak berada di tempat dan menurut stafnya sedang sakit.

Sementara Kabid Pelayanan RSUD Sumbawa, dr Putu Purnama belum bersedia memberikan keterangan. Ia meminta wartawan dapat menemui langsung Dirut RSUD Senin (25/5) besok untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci mengenai permasalahan tersebut. (*)

 

iklan bapenda