Berhalusinasi, Seorang Pria Ngamuk Tebas Dua Wanita

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (24/05/15)

Dua orang wanita terkapar disabet parang. Keduanya, Nurtini (25) dan Isa (60) warga Batu Rotok Kecamatan Batu Lanteh menderita luka serius yang sangat parah di kepala dan punggungnya. Hingga kini wanita tersebut masih dalam perawatan medis. Sedangkan tersangkanya, Jas (42) seorang petani setempat telah diamankan di Polsek Batu Lanteh dan dalam proses penyidikan.

amdal

Kapolres Sumbawa melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo, Sabtu (23/5) membenarkan adanya kejadian beberapa hari yang lalu tersebut. Hasil pemeriksaan terungkap, bahwa tersangka mengaku berhalusinasi ada sekelompok orang yang hendak menyerang dan membunuh keluarganya. Tersangka pun tampil sebagai pahlawan untuk melindungi keluarganya dari serangan tersebut. Tersangka melengkapi diri dengan senjata tajam, yakni parang yang terselip di pinggang mencari ‘musuh’ dalam halusinasinya tersebut. Ketika menyusuri perkampungan, tersangka melihat korban Nurtini yang sedang menyapu halaman. Nurtini sempat melihat tersangka yang mencabut parang lalu menghampirinya. Karena tak siap, korban tak sempat menghindar ketika tersangka melayangkan parang itu tepat di kepalanya. Dengan darah yang mengucur deras, Nurtini berusaha menyelamatkan diri berlari menghindari pelaku. Rupanya pelaku pun kabur ke arah yang berbeda. Selang beberapa jam, tersangka menyerang korban lainnya. Kali ini Isa (60). Tanpa basa-basi, tersangka menyerang nenek tersebut. Parang panjang itu langsung mendarat di punggung korban. Seketika sang nenek jatuh tersungkur tidak sadarkan diri. Tersangka pun kabur ke arah pegunungan dan sempat dikejar massa. Akhirnya pihak kepolisian dibantu keluarga tersangka berhasil meringkus tersangka.

Baca Juga  Kantongi Visa Wisata, WNA Amerika Tertangkap Mengajar

Akibat kejadian itu, Nurtini menderita luka menganga di kepala dan mendapat 25 jahitan. Sedangkan Nenek Isa harus mendapat 43 jahitan atas luka di punggungnya. Keduanya dirawat intensif di RSUD Sumbawa. “Kasusnya masih berproses. Kami sudah meminta visum et repertum (VER) di RSUD Sumbawa, mengumpulkan keterangan saksi, dan mengamankan barang bukti,” demikian IPTU Tri. (*)

iklan bapenda