Penyelundupan Penyu Hijau Digagalkan Satpol Air

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (20/05/15)

Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Sumbawa berhasil menggagalkan penyelundupan 7 penyu hijau, Selasa (19/5) sore. Namun penyu masing-masing seberat 50 kilogram ini sudah dalam keadaan mati dan dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Rencananya penyu ini akan dikirim dan dijual kepada pengusaha di Denpasar Bali. Polisi langsung mengamankan AS (40) seorang nelayan asal Pulau Kaung Kecamatan Buer.

Terungkapnya penyelundupan jenis satwa yang dilindungi ini bermula dari kecurigaan dua anggota Satpol Air yang melihat pengangkutan beberapa box ke bemo angkutan kota di Dusun Keramat Desa Tarusa Kecamatan setempat. Kecurigaan ini muncul karena menduga box itu berisi ikan hasil pengeboman. Anggota Polair yang kebetulan sedang melintas langsung mengecek box yang sudah berada di atas kendaraan bernopol EA 1906 D tersebut. Setelah dibongkar, anggota terkejut karena di dalam box berisi daging penyu besar yang sudah dimutilasi. Bersama barang bukti itu, AS langsung dibawa ke Pos Polair di Desa Labuan Kecamatan Badas. “Kami sudah menetapkannya sebagai tersangka dan telah ditahan,” kata Kasat Pol Air, IPDA Tamrin yang ditemui di kantornya, Rabu (20/5).

Anggota Polair perlihatkan BB Daging Penyu
Anggota Polair perlihatkan BB Daging Penyu

Dari keterangan tersangka, pengiriman daging penyu hijau itu ke Bali sudah yang kedua kalinya. Perkilogramnya dijual seharga Rp 30 ribu. Atas perbuatannya, tersangka dijerat UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Baca Juga  Jual Tramadol, Ibu Rumah Tangga Dibekuk Polisi

Sementara tersangka AS membantah pengiriman itu yang kedua kalinya. Menurutnya rencana pengiriman daging penyu itu masih coba-coba dan baru pertamakali dilakukannya meski belum sempat terkirim. Dan keberadaan penyu hijau itu juga tanpa sengaja. Ini terjadi ketika dia yang berprofesi sebagai nelayan mencari ikan di perairan Pulau Panjang dengan memasang jarring. Beberapa kali penyu hijau tersangkut di jaringnya dan langsung dilepas. Beberapa hari berikutnya 7 ekor penyu hijau kembali tersangkut di jaringnya. Sialnya penyu itu dalam keadaan mati. Ketika hendak membuangnya, ada seseorang yang melarangnya. Dari orang itulah dia mengetahui jika ada pengusaha yang mau membeli daging penyu tersebut dengan harga mahal. Pengusaha itu ada di Bali. “Saya diberitahu cara pengiriman dan alamat yang dituju,” aku AS.

Namun belum sempat terkirim dia sudah tertangkap. Ia mengaku tidak mengetahui jika penyu hijau tersebut masuk dalam satwa yang dilindungi dan dilarang untuk ditangkap apalagi dibunuh. “Terus terang saya tidak tahu samasekali. Saya menyesal,” ujarnya lirih. (*)

 

iklan bapenda