BKSDA Apresiasi Kinerja Satpol Air

oleh -1 views
Kepala BKSDA Sumbawa, Arep
bankntb

Sumbawa Besar, SR (20/05/15)

Barang bukti 4 box daging 7 ekor penyu hijau yang hendak diselundupkan seorang nelayan Pulau Kaung Kecamatan Buer ke Denpasar Bali, Rabu (20/5) sore dimusnahkan dengan cara dikubur. Pemusnahan yang dilakukan di halaman Pos Polair wilayah Labuan Sumbawa Kecamatan Badas ini dilakukan dan disaksikan Kasat Pol Air, IPDA Tamrin dan jajarannya, Kasat Reskrim Polres Sumbawa IPTU Tri Prasetiyo, Kapolpos Labuan IPDA Kasri dan Kepala BKSDA Sumbawa, Arep, serta masyarakat yang membludak ingin melihat dari dekat prosesi tersebut.

amdal

Ditemui di sela-sela pemusnahan, Kepala Badan Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Sumbawa, Arep menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang berhasil mengungkap kasus penyelundupan tersebut. “Ini merupakan tugas bersama karena penyu merupakan salah satu satwa yang dilindungi undang-undang,” kata Arep.

kapolpos Labuan IPDA Kasri musnahkan daging penyu hijau
kapolpos Labuan IPDA Kasri musnahkan daging penyu hijau

Penyu hijau yang diselundupkan ini adalah satu dari 7 jenis penyu di dunia yang enam di antaranya berada di Indonesia. Penyelundupan itu dilakukan karena sudah ada pesanan dari Bali, karena daging penyu dikenal paling enak untuk dikonsumsi tamu-tamu dari mancanegara. Untuk itu dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali mengintesifkan sosialisasi surat edaran Menteri Kehutanan terkait dengan peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) yang dilindungi termasuk penyu hijau. Meski demikian sejauh ini masyarakat rata-rata sudah mengetahui bahwa penyu hijau adalah satwa yang dilarang untuk diburu apalagi dibunuh. “Siapa yang membunuh atau memburu satwa yang dilarang maka siap-siap diproses hukum,” tandasnya. (*)

iklan bapenda
Baca Juga  Modus Meminjam, HP Dibawa Kabur