Dikes Heran Petugas Puskesmas Tidak Bisa Operasikan Alkes

oleh -0 views
salah satu pelayanan kesehatan di puskesmas
bankntb

Jun: Padahal Sudah Dilatih

Sumbawa Besar, SR (19/05/15)

amdal

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Junaedi A.Pt M.Si mengaku heran dengan pengakuan petugas puskesmas yang belum bisa mengoperasikan alat kesehatan bantuan pemerintah sebagai yang diungkapkan anggota DPRD Sumbawa yang turun ke lokasi. Menurut Jun—sapaan akrab pejabat low profil ini, petugas puskesmas sudah pernah diikutkan dalam pelatihan pengoperasian alat kesehatan seperti alat pacu dan pemeriksaan jantung. “Kami sudah melatih petugas dari perwakilan puskesmas untuk mengoperasikan alkes yang didistribusikan ke puskesmas. Bahkan sekarang pelatihan petugas puskesmas ini sudah angkatan yang ketiga,” kata Jun saat dicegat wartawan media ini di kantor Bupati, Selasa (19/5)

Junaidi A.Pt M.Si Sekretaris Dikes Sumbawa
Junaidi A.Pt M.Si Sekretaris Dikes Sumbawa

Mengenai kemungkinan alat kesehatan yang diberikan pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan atau usulan puskesmas sehingga akhirnya alkes itu menjadi pajangan, menurut Jun tidak semuanya benar. Untuk alkes yang diadakan menggunakan anggaran APBD, perencanaannya selalu berdasarkan usulan atau kebutuhan di puskesmas. Selain itu sebelum alat ini diadakan, petugas puskesmas diberikan pelatihan agar ketika sudah tersedia bisa langsung digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Memang tidak semua petugas puskesmas diberikan pelatihan, minimal satu yang mewakili bisa menularkan ilmunya kepada rekan-rekannya,” ujarnya.

Namun ketika ada alkes yang belum dapat dioperasionalkan seperti alat incubator, biasanya tim Dikes turun ke puskesmas untuk mengajari bidan cara mengoperasikannya. Memang Jun tidak menampik ada beberapa puskesmas yang alat kesehatan tidak dapat digunakan. Alat kesehatan ini berasal dari bantuan Kementerian PDT yang diperuntukkan bagi daerah terpencil seperti di Sumbawa adalah Lantung, Ropang, Orong Telu dan Batu Lanteh. Alat yang diberikan ini berupa USG dan Spektrum yang operasionalnya membutuhkan tenaga listrik, sementara di puskesmas kecamatan itu belum tersedia aliran listrik dan ada yang tersedia namun hanya di malam hari.

Baca Juga  Kakek Positif Covid Meninggal Dunia dan Bayi 7 Bulan Sembuh  

Agar alat bantuan ini dapat berdaya guna, ungkap Jun, pihaknya sudah menyampaikan persoalan itu ke Kementerian PDT terhadap kemungkinan dapat dialihkan ke puskesmas kecamatan lain yang listriknya memadai dan mampu mengoperasionalkan alat tersebut. “Inilah yang sedang kami upayakan,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan, sejumlah alkes di puskesmas menjadi pajangan karena tidak dapat digunakan. Ini merupakan temuan lapangan yang memaksa Komisi IV DPRD Sumbawa mengundang dan meminta klarifikasi Kepala Dikes Sumbawa belum lama ini.  Saat itu Juru Bicara Komisi IV, Ahmadul Kusasih SH menyayangkan kondisi itu karena tidak dimanfaatkannya alkes itu sama dengan menyia-nyiakan anggaran yang cukup besar. Yang sangat disayangkan juga ternyata alkes yang didistribusikan dikes tidak sesuai dengan usulan dan kebutuhan di puskesmas. (*)

 

iklan bapenda