Konvoi Kelulusan UN, Puluhan Pelajar Terjaring Polisi

oleh -0 views
bankntb

45 Unit Motor Ditilang

Sumbawa Besar, SR (15/05/15)

Sudah menjadi tradisi pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA di Kabupaten Sumbawa disambut semarak. Para pelajar yang dinyatakan lulus melampiaskan kegembiraannya dengan konvoi kendaraan bermotor berkeliling kota. Sayangnya aksi ini justru mengganggu arus lalulintas. Selain menutup jalan, aksi para remaja terdidik ini cenderung ugal-ugalan. Bahkan ada di antaranya menggunakan kendaraan berknalpot racing sehingga menimbulkan kebisingan. Sungguh aksi para pelajar ini berpotensi terjadinya kecelakaan lalulintas. Karenanya Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Sumbawa tak ingin membiarkan itu terus terjadi. Jumat (15/5) bertepatan dengan pengumuman kelulusan UN, sejumlah anggota berkopel putih ini disebar ke sejumlah tempat untuk menghadang sekaligus mengantisipasi konvoi kendaraan bermotor. Alhasil sedikitnya 45 sepeda motor terjaring dan sebagiannya berknalpot racing. Tidak hanya diberikan tindakan tilang dengan membayar denda maksimal, para pelanggar terpaksa tidak dapat menggunakan kendaraannya dalam waktu beberapa lama karena disita polisi.

IPDA Gede Sukarta
IPDA Gede Sukarta

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Sumbawa, IPDA Gde Sukarta selaku komandan operasi, mengatakan operasi yang dilakukan terhadap konvoi kendaraan para pelajar usai pengumuman kelulusan UN adalah bagian dari giat rutin yang ditingkatkan. Ini dilakukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan keselamatan berlalulintas. Pasalnya aksi yang dilakukan para pelajar ini sangat berpotensi terjadinya kecelakaan yang tidak hanya menimpa dirinya tapi juga orang lain. Apalagi dalam berkendara, para pelajar terlihat ugal-ugalan, tidak memakai helm, dan berknalpot racing. Dari razia yang dilakukan jajarannya, berhasil menjaring 45 unit sepeda motor sebagiannya berknalpot racing. “Kami sudah mengambil tindakan tilang dan penyitaan serta memberikan arahan kepada para pelanggar bahwa aksi yang mereka lakukan sangat berbahaya, dan tindakan polisi adalah untuk keselamatan mereka juga,” ujarnya.

Baca Juga  Pelaku Curanmor Masuk Pesantren

Konvoi 2Ia berharap apa yang dilakukan polisi mendapat dukungan masyarakat karena tujuannya untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) Lantas. (*)

 

iklan bapenda