Pengurus Biro Jasa Ungkap ‘Pelicin’ di Imigrasi 

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (14/05/15)

Kasus perkelahian berbuntut pemukulan dan pengancaman yang terjadi di Kantor Imigrasi Klas II Sumbawa mulai menguak tabir dugaan penyimpangan lainnya. Dugaan adanya pungli yang selama ini disinyalir berbagai pihak, diungkap salah seorang petugas biro jasa setempat, Abdul Khair.

Kepada wartawan media ini di Polres Sumbawa, Rabu (13/05) Khair mengatakan praktek pemberian uang pelicin kepada oknum petugas imigrasi sudah biasa dilakukan untuk membijaksanai sedikit kesalahan pada berkas permohonan passport. Ketika itu dia mengurus permohonan passport untuk lima pemohon. Namun ditolak Sayid selaku Kasi yang berwenang di bagian pelayanan dengan alasan salah satu berkas (akta nikah) terdapat bekas tinta. Padahal ‘kesalahan’ itu sudah dibijaksanai pimpinan. Rupanya oknum petugas imigrasi itu ingin meminta Rp 200 ribu per berkas agar bisa diproses. “Kami memang sudah biasa memberikan 100 ribu per berkas, meski tidak ada dalam aturan untuk memberikannya. Tapi dia ingin meminta 200 ribu,” kata Khair.

Dikonfirmasi hal itu, Kasi Wasdakim, Sarwono SH selaku Plt Kepala Imigrasi Sumbawa, enggan menanggapinya. Ia beralasan selain baru menjabat juga tidak mengetahui persis persoalannya dan meminta wartawan ini mengkonfirmasikannya langsung dengan Kasi Lalintuskim, Sayid Zulkifli. “Maaf mas, biar lebih pasnya langsung saja ke Pak Sayid,” ujarnya.

Sementara Sayid Zulkifli membantah dengan tegas tudingan Abdul Khair. Menurutnya tidak ada praktek semacam itu dan pelayanan yang diberikan berdasarkan aturan yang ada. “Tidak ada itu, semua tidak benar. Kami tidak pernah meminta uang. Semua berkas yang kami proses adalah yang memenuhi persyaratan dan kelengkapan,” jelasnya singkat. (*)

iklan bapenda
Baca Juga  Polda NTB Minta Masyarakat Tenang, Upaya Pencegahan Corona Terus Dilakukan