Heboh !!! Liontin Bermotif Ibu Menyusui Ditawari 1 M

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (15/05/15)

Siapa yang tidak ingin memiliki batu akik berharga mahal. Salah satu pemilik batu terbilang mahal ini adalah Arief Hermawan. Anggota polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) yang kini bertugas di Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa ini memiliki batu akik yang sudah ditawari seharga Rp 1 miliar. Namun sejauh ini Arief belum meresponnya. Apa yang menjadi daya tarik sehingga membuat batu akik yang kini sudah dijadikan liontin tersebut menjadi mahal ?

iklan bapenda

Liontin Menyusui 1Ditemui di kantornya, Arief menyebutkan Batu Naga Sui yang sudah dalam bentuk liontin itu memiliki motif unik yakni bergambar ibu yang sedang menyusui bayi. Batu ini awalnya berbentuk bongkahan yang dibeli dari seorang rekannya yang baru saja membawanya dari Kabupaten Dompu, NTB. Menurut rekannya itu, batu tersebut berkelas super yang kemudian ditawarkan kepadanya seharga Rp 1 juta per kilogram. Melihat bentuk, warna dan motif batu, Arief tertarik lalu membelinya seharga Rp 500 ribu untuk ½ kilogram. Batu Naga Sui inipun dipotong menjadi beberapa bagian dan beberapa bagian lainnya diberikan ke teman-temannya. Dari bongkahan itu Arief hanya mendapat 3 cincin dan 2 liontin. Namun satu dari dua liontin ini membuat Arief penasaran dengan motifnya. Semalaman dia mengamati secara seksama apa yang menyerupai motif tersebut. Sangat jelas ternyata motif itu bergambar ibu yang sedang menyusui. Untuk memastikannya, Arief mencoba membrosing di Google mencari gambar mirip motif di liontinnya, dan berhasil ditemukan. Setelah memperlihatkannya ke berapa teman. Iseng-iseng teman akhirnya mengupload liontin itu di Facebook (FB) sekaligus menetapkan bandrol seharga Rp 5 M. Ternyata mendapat respon yang luar biasa dari para facebooker, hingga ada yang menawarkan Rp 1 Milyar. “Tapi tawaran itu saya anggap bercanda,” ucap Arief.

Baca Juga  Banjir Terjang Dompu, 460 Jiwa Terdampak

Liontin Menyusui 2Saat ini liontin itu masih tersimpan rapi, meski ada beberapa orang yang ingin membelinya dengan harga lokal. Sejauh ini Arief belum memikirkan untuk menjualnya, kecuali ada yang menawarkan harga yang fantastis. (*)

iklan bapenda