Jalo: Jangan Hanya Pandai Berwacana

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (12/05/15)

Rencana pemerintah daerah mendatangkan investor untuk membangun pabrik pakan ternak berbahan baku jagung disambut positif anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Salamuddin Maula. Rencana tersebut patut didukung karena akan membuka lapangan kerja baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat terutama para petani jagung.

amdal

Namun Jalo—sapaan akrab politisi PKS ini berharap agar rencana itu tidak sekedar wacana. Rasa pesimis ini berangkat dari wacana lain yang kerap didengungkan pemerintah daerah yang sampai sekarang tak kunjung terealisasi. Pemda katanya akan menggandeng investor untuk pembangunan pabrik pendingin daging. Harapan para peternak inipun sirna karena wacana itu tak pernah terealisasi. “Kami tidak ingin pemerintah daerah hanya pandai berwacana tapi tidak pintar dalam merealisasikannya,” pinta Jalo.

Ia mengakui pembangunan pabrik jagung itu sudah telat jika melihat potensi jagung di Kabupaten Sumbawa yang tembus angka 60 ribu hektar. “Tapi biar terlambat asal terealisasi daripada tidak samasekali,” ucapnya.

jagung bisiKeberadaan pabrik pakan ternak berbahan baku jagung ini merupakan langkah maju yang dilakukan pemerintah daerah, di samping hadiah bagi pemerintahan JM—Arasy di akhir masa jabatannya yang tinggal beberapa bulan. Karenanya untuk merealisasikan wacana ini harus didukung semua pihak termasuk DPRD Sumbawa. “Kami secara kelembagaan memberikan dukungan penuh karena manfaatnya bagi kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik, menyebutkan dalam waktu dekat akan menandatangani MoU dengan salah satu pengusaha jagung nasional. Diharapkan dapat terealisasi mulai tahun ini atau paling lambat 2016. Pihaknya juga sedang berupaya membangun komunikasi dengan pengusaha dimaksud untuk dapat membangun pabrik pakan ternak yang bahan bakunya sebagian besar dari jagung. Rencananya pabrik tersebut akan ditempatkan di Kecamatan Empang agar bisa menerima suplai produksi dari Kabupaten Dompu dan Bima. Mengingat produksi jagung Sumbawa masih kurang. Hal ini salah satu upaya menjaga harga jagung lebih stabil, di samping multiplier efect lain bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebab daerah sulit akan maju tanpa investor. Makin banyak investor akan memungkinkan daerah tersebut berkembang dengan catatan kondusitas daerah tetap terjaga. (*)

Baca Juga  7 Provinsi Defisit Beras, 11 Provinsi Defisit Jagung, 22 Provinsi Defisit Telur

 

 

iklan bapenda