Kasus Embung Sebewe Dievaluasi Jaksa

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (09/05/15)

Kejaksaan Negeri Sumbawa tengah melakukan evaluasi kasus dugaan korupsi proyek Bendungan Suplesi Sebewe, Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa Besar. Ini setelah

amdal

BPKP selaku auditor negara menemukan kerugian negara mencapai Rp 1,4 Miliar. Evaluasi ini ungkap Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Iwan Kurniawan SH, untuk memantapkan keterangan sejumlah saksi. Ini dilakukan karena perkara ini merupakan tunggakan sudah sangat lama sejak Tahun 2009 lalu. Selain kajarinya, tim yang menanganinya pun sudah berganti-ganti. “Dari Kajari dan tim yang ada sekarang adalah orang baru dan menerima tunggakan dari kajari dan tim sebelumnya,” kata Iwan.

Tentunya semua ini harus dievaluasi dan mempelajarinya agar lebih jelas dan kian mantap. Namun demikian Iwan menyatakan persoalan ini bukan menjadi hambatan karena hasil kerugian negara sudah dikantongi dan keterangan saksi sudah ada, hanya dimantapkan saja.

Untuk diketahui proyek Bendungan Sebewe ini dikerjakan oleh PT Ngadek Jaya pada Tahun 2009 menelan anggaran hampir Rp 2 M. Dalam perjalanannya proyek ini ambruk diterjang banjir. Diduga kuat kualitasnya buruk sehingga tim yang terjun ke lapangan menyimpulkan proyek itu gagal konstruksi. Penyelidikan yang dilakukan kejaksaan menemukan indikasi penyimpangan sehingga menetapkan tiga orang tersangka yakni LMM–Direktur PT Ngandek Jaya, SM (pelaksana lapangan) dan MS pengawas proyek. (*)

Baca Juga  Gadis 14 Tahun Digarap di Sawah

 

iklan bapenda