Kejaksaan Usut Kasus PNPM Badas

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (07/05/15)

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) yang digelontorkan di Kabupaten Sumbawa kembali diduga bermasalah. Setelah PNPM Empang dan Lunyuk, kini Kejaksaan Negeri Sumbawa mengusut proyek yang sama dalam kurun waktu 2013-2014 di Kecamatan Badas. Upaya kejaksaan ini sudah dimulai dengan meminta klarifikasi pelapor, serta dua dari tiga kelompok penerima program dalam bentuk simpan pinjam.

amdal
Kajari Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH
Kajari Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH, Kamis (7/5), mengatakan kasus dugaan penyimpangan PNPM Badas ini masih dalam tahap pengumpulan data dan keterangan (Pulbuket). Dalam program yang menggunakan dana pusat yang dialokasikan kepada 64 kelompok yang tersebar di tiga desa kecamatan setempat ini diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 150 juta. “Kami sudah memanggil tiga kelompok untuk dimintai klarifikasi, namun dua di antaranya memenuhi undangan kami, sedangkan satu kelompok masih berhalangan. Selain itu kami juga sudah meminta klarifikasi pelapor,” kata Kajari didampingi Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Putu Agus Eka Sabana Putra SH.

Lebih jauh dijelaskan Kajari, penanganan kasus ini dilakukan kejaksaan karena berdasarkan informasi dana pinjaman kelompok yang disetorkan kepada pengelola PNPM dengan cara mencicil tidak disetorkan ke kas umum PNPM. “Inilah yang sedang kami ungkap untuk memastikan kebenarannya,” tandasnya.

Rencananya Jumat (8/5) besok tim penyidik kejaksaan yang dikomandani Kasi Intel, akan menghadirkan beberapa kelompok lainnya. “Semuanya masih dalam tahap pengumpulan data dan keterangan,” pungkasnya.

Baca Juga  Polisi Siapkan Personil Gelar Operasi Lilin Gatarin

Sekedar review, kasus PNPM Empang sebagiannya masih ditangani kejaksaan. Sebab Satu orang tersangka berinisial CF selaku ketua UPK masih dalam tahap penyidikan. sedangkan satu orang lainnya, HA selaku Bendahara UPK dalam proses banding atas putusan PN Tipikor Mataram selama 1,6 tahun penjara. Kemudian kasus PNPM GSC Lunyuk, kejaksaan sudah menetapkan seorang tersangka berinisial TS—mantan ketua UPK PNPM Tahun 2013. (*)

iklan bapenda