SPPD Anggota DPRD Sumbawa Diduga Bermasalah

oleh -0 views
bankntb

Polisi Mulai Mengumpulkan Data

Sumbawa Besar, SR (04/05/15)

amdal

Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) sejumlah anggota DPRD Sumbawa tengah dilirik polisi. Pasalnya SPPD Tahun 2014 tersebut diduga bermasalah. Hal ini menyusul adanya laporan resmi yang diterima penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa belum lama ini. Untuk menindaklanjutinya, penyidik sudah melayangkan surat kepada Sekretariat DPRD Sumbawa guna dimintai klarifikasi. “Suratnya sudah kami layangkan kemarin dalam upaya kami mengumpulkan bukti dan keterangan,” kata Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo di ruang kerjanya, Senin (4/5).

Kasat Reskrim IPTU Tri Prasetiyo
Kasat Reskrim IPTU Tri Prasetiyo

Untuk tahap awal, sebut IPTU Tri—akrab perwira muda ini disapa, penyidiknya akan meminta klarifikasi pejabat pengampuh administrasi guna mengecek administrasi memastikan ada dan tidaknya penyimpangan. Sebab dari informasi yang diperoleh penyidik, penggunaan SPPD oleh sejumlah oknum anggota DPRD Sumbawa tidak sesuai dengan peruntukannya. Indikasinya, SPPD yang seharusnya digunakan untuk perjalanan di satu daerah, namun digunakan untuk perjalanan dinas ke daerah lain.

Untuk diketahui SPPD tersebut bersumber dari anggaran Tahun 2014 yang digunakan anggota DPRD periode saat ini. Menurut laporan yang diterima polisi ada sekitar enam orang oknum anggota dewan yang diindikasikan melakukan perjalanan dinas bermasalah. Namun IPTU Tri enggan untuk mengungkap identitas siapa anggota DPRD dimaksud. “Yang jelas mereka adalah anggota DPRD yang masih menjabat dengan nilai SPPD sekitar Rp 30 juta. Nilai ini hanya untuk satu perjalanan dinas,” bebernya.

Baca Juga  Pungut Biaya KTP, Kades dan Lurah Bisa Dipidana

Jika dalam pengumpulan bukti dan keterangan ini terdapat unsur pidananya maka akan diproses lebih lanjut dan akan dikembangkan untuk perjalanan dinas lainnya. Tapi jika sebaliknya, maka tidak ada alasan bagi penyidik untuk melanjutkan proses tersebut. “Sekarang kami masih mengumpulkan data dan keterangan,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda