Relokasi Kian Kabur, RSUD Terus Direkonstruksi

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/05/15)

Wacana relokasi RSUD Sumbawa semakin jauh saja. Sebab RSUD yang ada saat ini dan dianggap tidak lagi representative karena lokasinya kian menyempit dan terkesan semrawut, terus dilakukan rekonstruksi. Sarana prasarana yang ada terus ditingkatkan dengan anggaran yang tidak sedikit. Dalam tahun ini saja telah dialokasikan anggaran bagi pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Rencananya pembangunan IGD ini berlantai dua dengan ruangan yang cukup luas. Di satu sisi upaya ini sangat positif dalam menjawab tuntutan masyarakat yang ingin mendapat pelayanan prima, namun sisi lain harapan masyarakat mendambakan RSUD yang representative bakal tidak akan terwujud.

amdal

RSUD SUmbawa ediiit

Direktur RSUD Sumbawa, dr Selvi yang ditemui kemarin mengatakan, peningkatan fisik rumah sakit ini mendesak untuk dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pihaknya tidak mungkin membiarkan kondisi yang ada tanpa berbuat hanya dengan alasan menunggu terwujudnya relokasi yang hingga kini masih sebatas wacana.

Relokasi RSUD membutuhkan anggaran yang besar dan waktu yang lama, sementara pelayanan kepada masyarakat terus berjalan. Tentunya pihaknya harus berbuat melakukan pembenahan termasuk fisik RSUD. “Sehari saja kita tidak memberikan pelayanan, masyarakat sudah mengeluh. Apalagi relokasi yang butuh waktu bertahun-tahun,” tukasnya.

Untuk diketahui ungkap dr Selvi, pada Tahun 2015 ini pembangunan IGD RSUD akan dimulai. Pembangunan IGD ini menggunakan anggaran BLUD yang bersumber dari dana pusat yakni Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT). Rekonstruksi ini dilakukan karena pasien yang membutuhkan pelayanan IGD meningkat sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. Selama ini pelayanan di IGD kerap dikeluhkan karena lamanya penanganan. Ini disebabkan karena ruangan IGD yang terbatas dan sempit sehingga mengganggu petugas medis memberikan pelayanan. Dengan adanya program pembangunan IGD ini, ruangannya akan lebih luas dari ruangan sekarang, dan tempat tidurnya akan bertambah beberapa kali lipat. “Bangunan IGD ini berlantai dua, lantai atas untuk manajemen,” katanya.

Baca Juga  Tiga Kabupaten/Kota di NTB Masuk Kategori Daerah Transmisi Lokal Covid 19

Selain IGD sejumlah ruangan lain juga sudah dan akan direhab. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan berharap masyarakat dapat memberikan dukungan. (*)

iklan bapenda