Belajar Etika, RSUD Datangkan Trainer

oleh -0 views
Ruangan terbatas, pasien dirawat di lorong
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/05/15)

Senyum, sapa dan salam (3S) harus benar-benar diterapkan jajaran RSUD Sumbawa. Terkadang keluhan masyarakat muncul karena sangat jarang mendengar tutur kata yang lembut, komunikasi santun dan senyum yang menghias di bibir para petugas RSUD. Sebab dengan sentuhan dan pendekatan yang humanis ini bisa menjadi obat kedua bagi pasien untuk membantu mempercepat kesembuhannya.

Direktur RSUD Sumbawa, dr Selvi didampingi Kabag TU, H Ahmad S.Sos mengatakan senyum sapa dan salam harus bisa diterapkan di RSUD. Untuk mengamalkan instruksi ini setiap apel pagi dan dalam kesempatan lain, Ia selalu mengingatkan jajarannya agar berkomunikasi yang baik, beretika, senyum sapa dan salam kepada setiap pasien maupun keluarganya sebagai pengunjung. “Bagaimana kalau pasien atau keluarga pasien sedang marah lalu dengan kita tersenyum menjadi tidak marah, jika kita menyapanya dia senang, dan ketika kita menyampaikan salam dia merasa diperhatikan. Ini yang terus saya tekankan kepada staf dan petugas RSUD,” katanya.

Ia menceritakan pengalamannya ketika menjadi di dokter puskemas, dokter praktek dan dokter RSUD dalam menghadapi pasien atau keluarga pasien yang emosi. Dengan komunikasi dan tutur kata yang baik serta senyuman dan kesabaran, kemarahan itupun tidak menjadi pertengkaran. “Ini yang terus saya terangkan kepada jajaran kami di RSUD, bukan karena saya ini lebih baik atau sudah sempurna. Tapi ini satu contoh yang bermanfaat untuk bisa diikuti,” ucapnya.

Baca Juga  Malam Ini Tambah 17 Lagi Positif Covid, Semua Diborong Mataram

Cara lainnya, lanjut dr Selvi, setiap perawat terutama Zall Anak, diberikan PIN yang tersemat di dadanya. PIN itu bertuliskan “Tegur Saya Kalau Tidak Senyum”. Ini cara yang dilakukan perawat untuk menginstropeksi diri dan mengetahui kekurangan yang ada pada dirinya melalui jasa orang lain guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.  Untuk memenuhi harapan masyarakat yang mendambakan perawat, bidan dan petugas medis lain yang santun dan ramah, lanjut Selvi, pihaknya akan mendatangkan trainer dari Jakarta awal Juni mendatang. Trainer ini akan melatih petugas RSUD untuk berkomunikasi yang efektif. “Rencananya kami akan mengikutkan sekitar 50 orang, nantinya mereka ini akan menjadi agen untuk menularkan ilmu yang diperoleh saat pelatihan kepada rekannya yang lain,” tandas direktur cantik ini.

Ditambahkan Haji Ahmad selaku Kabag TU, bahwa terlalu banyak hal positif yang dilakukan pihak RSUD. Ketika ada 1000 yang positif kemudian muncul satu yang negative, maka yang negative inilah yang menonjol. “Sudah terlalu banyak yang kita perbuat. Kami memang tidak sempurna sehingga belum bisa memberikan kepuasan kepada semua masyarakat. Tapi kami tetap berusaha secara perlahan untuk selalu berbenah guna memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda