Pengalihan Penahanan Indi Mendapat Perhatian PT

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (29/04/15)

Pengalihan penahanan Indi Suryadi SH—oknum pengacara yang menjadi salah seorang terdakwa dari tahanan rutan (rumah tahanan) menjadi tahanan kota mendapat perhatian Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Mataram, Dr Andriani Nurdin SH MH. Karenanya PT belum lama telah melayangkan surat resmi kepada Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa untuk meminta klarifikasi mengapa permohonan pengalihan status penahanan itu dikabulkan majelis hakim. Reaksi PT Mataram ini menyusul adanya surat dari Masyarakat Pemerhati Hukum Sumbawa (MPHS) yang diketuai Alimuddin Mukri kepada Ketua Komisi Yudisial di Jakarta, 18 Maret lalu. Surat ini ditembuskan ke Ketua Mahkamah Agung (MA), Badan Pengawas MA, Pengadilan Tinggi Mataram, Kapolda NTB, Kajati, Kajari, dan Kapolres Sumbawa. MPHS merasa keberatan dengan tindakan majelis hakim PN Sumbawa yang mengalihkan penahanan Indi dari rutan menjadi tahanan kota. “Mereka (MPHS) mensinyalir pengalihan tahanan itu ada permainan uang,” kata Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa, Panji Surono SH MH yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/4).

amdal
Panji Surono SH MH, Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa
Panji Surono SH MH, Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa

Seharusnya kata Panji, surat MPHS ditujukan kepadanya agar dapat diklarifikasi. Meski demikian, Ia menindaklanjutinya dengan memanggil majelis hakim untuk memberikan penjelasan mengenai pertimbangan mereka dalam mengambil kebijakan. Dalam penjelasannya, majelis mengatakan tindakan itu berdasarkan adanya permohonan pengalihan penahanan dari terdakwa dan pengacaranya. Hakim pun mengabulkan permohonan itu karena beberapa pertimbangan di antaranya terdakwa adalah tulang punggung keluarga, sanggup memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan majelis hakim, mempunyai tempat tinggal tetap, tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, tidak melakukan tindak pidana dan adanya jaminan orang. Di samping itu para terdakwa adalah figur kepala keluarga bagi istri dan anak-anaknya yang masih kecil, serta membutuhkan kasih sayang dan pendampingan dari seorang ayah. “Ini pertimbangan majelis hakim dan kami tidak bisa mengintervensi karena majelis hakim berada pada posisi independen,” demikian Panji. (*)

Baca Juga  Tersangka Penyegelan Kantor Desa Lito Mendekam di Sel Tahanan

 

iklan bapenda