Darurat Narkoba, Jaksa Dites Urine

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (29/04/15)

Semua jaksa dan staf di Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa secara mendadak dikumpulkan di aula kantor setempat, Rabu (29/4) pagi. Belum sempat mengetahui apa yang menjadi alasan kajari setempat mengumpulkan mereka, muncul personil Badan Narkotika Nasional (BNN) KSB yang dikomandani AKBP Denny Priyadi. Satu per satu jajaran Adhiyaksa tersebut langsung dites urine yang diawali oleh Kajari Sugeng Hariadi SH MH.

Ditemui usai kegiatan, Sugeng—sapaan akrab Kajari mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan BNN KSB bertujuan untuk memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkup aparatur pemerintahan sesuai dengan program nasional “Indonesia Darurat Narkoba”.

Kajari Sugeng Hariadi SH MH dites urine
Kajari Sugeng Hariadi SH MH dites urine

Kajari ingin lingkungan dan aparaturnya bersih dari narkoba sehingga masyarakat lebih percaya kepada aparat dalam pemberantasan peredaran narkoba. ‘’Sebelum menghukum pelaku tindak pidana narkoba, aparat kejaksaan harus bersih dari narkoba,” katanya.

Urine Tes 4Tes ini dilakukan secara mendadak terhadap 30 orang personilnya termasuk 14 orang jaksa. Ini bentuk keseriusan dan komitmen kejaksaan untuk memberantas narkoba. Karenanya Kajari mengingatkan masyarakat untuk tidak sekali-kali bersentuhan apalagi menkonsumsi narkoba selain merusak kesehatan dan generasi juga berisiko hukum.

Kepala BNN KSB AKBP Denny Priyadi
Kepala BNN KSB AKBP Denny Priyadi

Sementara itu Kepala BNN KSB, AKBP Denny Priyadi mengatakan, tes urine ini dilakukan untuk deteksi dan pencegahan dini dari penggunaan dan penyalahgunaan narkoba yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, bersih dan bebas narkoba. Kegiatan ini sebagai tindaklanjut dari program Kejari Sumbawa yang secara berkala mengawasi personilnya melalui tes urine. Selain itu tes urine ini juga merupakan implementasi Instruksi Presiden  No. 12 Tahun 2011 tentang Strategi dan Kebijakan Nasional Tentang Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Salah satu instruksinya mewajibkan seluruh instansi untuk mnciptakan lingkungan bersih dan bebas narkoba. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap instansi-instansi pemerintah, di samping melakukan deteksi dini terhadap aparatur di dalamnya. (*)

iklan bapenda
Baca Juga  Pengusaha Kayu di Bage Tango Ditangkap, 7 Poket Ganja Disita