Dalami Rumah Adat, Jaksa akan Periksa Kepala ULP KSB

oleh -9 views
Kajari Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH

Sumbawa Besar, SR (28/04)

Setelah meminta keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yahya Soud dan Kadis Dikpora KSB, Drs Mukhlis M.Si, Kejaksaan Negeri Sumbawa akan memanggil mantan Kepala ULP KSB untuk mendalami sejauhmana pekerjaan pembangunan rumah adat milik pemerintah KSB senilai Rp 2 miliar. Pasalnya dalam pengerjaan rumah adat itu disinyalir merugikan keuangan negara karena pengerjaannya mangkrak. Ini terungkap setelah PPK melakukan pemutusan kontrak secara sepihak karena diduga kontraktornya kabur. “Dalam waktu dekat kami akan meminta klarifikasi Kepala ULP,” kata Kajari Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH di ruang kerjanya, Selasa (28/4).

Untuk diketahui, pemenang tender pengerjaan rumah adat ini adalah PT AS. Hasil penghitungan yang dilakukan atas realisasi pekerjaan baru sekitar 5,4 persen. Diduga kuat pembangunan tidak berdasarkan kontrak yang ada. Dan menurut informasi meski diputus kontrak, PT AS diduga telah menerima anggaran senilai Rp 500 juta dari keseluruhan nilai kontraknya. “Ini yang sedang kita usut, biar semuanya jelas,” demikian Kajari. (Jen)

 

 

bankntb BPSK
Baca Juga  Polisi Komit Jaga Keamanan dan Ketertiban di Tengah Pandemi Covid-19

No More Posts Available.

No more pages to load.