Deputi Gubernur Senior BI Kagumi UTS

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (25/04)

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara SE M.App.Fin mengaku kagum dengan proses kehadiran Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Dengan prestasi luar biasa yang telah diraih mahasiswa setempat berhasil melambungkan nama perguruan tinggi itu sejajar dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia bahkan dunia. Prestasi ini juga yang mengangkat nama Sumbawa menjadi semakin dikenal. “Terus terang saya tidak membayangkan ternyata mahasiswa UTS sudah mendarat di Boston Amerika mengikuti kompetisi dunia dan mampu meraih juara,” kata Mirza—sapaan akrab ekonom muda ini ketika berkunjung ke UTS, Jumat (24/4).

amdal
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara

Meski masih baru namun dengan percaya diri mahasiswa yang masih semester tiga itu ikut serta dalam Kompetisi Bioteknologi dunia. Untuk mengikuti kompetisi apalagi digelar oleh MIT—sebuah institute teknologi di Boston Amerika yang banyak melahirkan tokoh dunia peraih nobel, memerlukan keberanian. “Terkadang kita memilih mundur ketika mendengar kompetisi yang dilaksanakan lembaga atau perguruan tinggi ternama dunia dan diikuti oleh peserta dari perguruan terkenal di belahan dunia, tapi tidak bagi UTS yang penuh percaya diri maju dan akhirnya menang meraih empat penghargaan dunia. Kami salut dan patut mengangkat dua jempol,” serunya.

Kenyataan ini membuktikan bahwa semangatlah yang membuat orang itu maju. Ia membandingkan Singapore menjadi maju dan menjadi negara dengan tingkat pendapatan perkapita tertinggi di dunia karena berawal dari semangat tinggi dan mimpi para tokohnya terdahulu. Singapore yang kini dikenal sebagai negara yang paling efisien dan produktif ini tidak memiliki potensi sumber daya alam yang bisa dibanggakan. Tapi Singapore memiliki manusia yang disiplin, pekerja keras, berpendidikan tinggi, dan semangat untuk maju. “Jadi dengan semangat dan kemauan kuat untuk maju tentunya atas rahmat Akllah SWT, sesuatu yang tidak mungkin akan menjadi mungkin,” ucapnya.

Seperti halnya Singapore, ungkap Mirza, UTS memiliki semangat dan mimpi yang sama. Bahkan jika dipikirkan, mimpi para pendiri UTS ini sangat gila dan sesuatu yang sangat impossible. “Kesan itu semua terbantahkan setelah melihat kenyataan saat ini dari impossible telah menjadi possible,” ujarnya.

Karenanya semua harus punya mimpi. Dari mimpi itulah melahirkan sebuah visi dan semangat untuk mengejar dan mewujudkannya menjadi sebuah kenyataan. Dengan nama besar UTS saat ini, Pulau Sumbawa tidak hanya dikenal memiliki Tambora, Pulau Moyo, dan Teluk Saleh sebagai potensi wisata, tapi ada sebuah lembaga pendidikan yang patut dibanggakan, dikunjungi dan tujuan untuk menimba ilmu.

Dulu Kambing Sekarang Elang

Rektor UTS, Dr Arief Budi Witarto
Rektor UTS, Dr Arief Budi Witarto

Rektor UTS, Dr Arief Budi Witarto Ph.D mengaku menjadi saksi dan terlibat dalam sejarah bagaimana UTS itu berdiri. Saat menginjakkan kakinya di Sumbawa dua tahun yang lalu, dia melihat kaki Bukit Olat Maras masih menjadi lahan penggembalaan kambing. Namun kini telah berubah. Lahan kambing seketika menjelma menjadi ‘sarang elang’. Semak belukar telah tertata dengan terbangunnya beberapa gedung megah. Di tempat itu telah lahir sebuah peradaban yang bernama UTS wujud dari mimpi Doktor Zul—sapaan Dr Zulkieflimansyah M.Sc—pendiri UTS untuk mengerami elang-elang muda yang bakal menjadi pemimpin masa depan. Keberadaan UTS diyakini Doktor Arief, membawa perubahan yang sangat besar bagi daerah ini. Ia ingin di masa mendatang kemajuan Sumbawa seperti di Boston Amerika karena banyak keunggulan yang dimiliki daerah ini melebihi salah satu kota negara bagian Negeri Paman Sam tersebut. “Ini mimpi besar kami,” cetusnya.

Baca Juga  Inilah Event Pariwisata NTB 2019 yang Diluncurkan Gubernur di Jakarta

Untuk mewujudkan mimpi tersebut UTS sudah memiliki program yang mengarah kesana dengan mengirim mahasiswa Fakultas Bioteknologi mengikuti kompetisi dunia. Mereka tidak sekedar menjajal kemampuan melakukan rekayasa genetika bakteri E.coli untuk dijadikan alat sensor, tapi melihat kemajuan Boston secara utuh dalam upaya membangun mimpi besar tersebut.

SDM lah yang menjadi kunci kemajuan di sana. Karena itu ia menilai semakin banyak universitas di daerah ini semakin bagus karena akan memacu semangat untuk berlomba-lomba menghasilkan SDM yang unggul. Karenanya UTS terus mencetak dosen berkualitas dengan mengirim mereka bersekolah di luar negeri. Ketika dosennya pintar maka mahasiswa atau lulusannya akan berkualitas. Dan ditargetkan pada Tahun 2020 mendatang 52 dosennya sudah bergelar doktor. Karena disadari ketika memiliki kampus bagus dan dosen terbaik di bidangnya akan memberikan daya pikat bagi mahasiswa terbaik di Indonesia maupun dunia untuk datang dan menimba ilmu di UTS. Jika upaya ini tercapai dengan sendirinya daerah akan maju dan mampu bergeliat melakukan perubahan menyamai Boston. “Bukan lagi dimana mimpi bermula, tapi 10 tahun mendatang kami bisa katakan dimana mimpi itu menjadi kenyataan,” kata Doktor jebolan Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang ini.

Bangga Menjadi Bagian Sejarah UTS

Dr Zulkieflimansyah, Ketua Dewan Penasehat UTS
Dr Zulkieflimansyah, Ketua Dewan Penasehat UTS

Sementara Pendiri sekaligus Ketua Dewan Penasehat UTS, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc mengatakan, masa depan selalu berada di tangan orang yang memiliki mimpi yang besar dan indah. Salah satu cara untuk meraih mimpi yang indah itu adalah menemukan banyak sahabat. Dengan jalinan persahabatan inilah UTS bisa dibangun dan telah melahirkan elang-elang hebat yang sudah mulai mencengkeram dunia.

Belum lama ini UTS telah ditetapkan sebagai salah satu tempat pembangunan Science and Techno Park (STP) sebagai satu-satunya pusat kawasan industri di Indonesia bagian timur. Rencananya dalam bulan Mei mendatang, pembangunan STP dimulai ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Bappenas. STP di Sumbawa akan dijadikan suatu kawasan yang terdiri satu atau lebih sentra kegiatan ipteking dan produksi, yang dapat dimaknai sebagai kawasan yang dikelola oleh manajemen profesional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui penguasaan pengembangan dan penerapan Iptek yang relevan. Selanjutnya Bupati Sumbawa telah memberikan rekomendasi kepada UTS untuk mempresentasikan mikroalga di Tokyo Jepang. Dari berbagai negara dunia hanya tersisa dua peserta yang masuk final yakni UTS dan salah satu competitor dari Afrika. Jika proposal berhasil lolos maka Sumbawa akan memiliki laboratorium tercanggih di Indonesia dan salah satu di dunia. “Meski saingan kita berat karena mereka mengajukan proposal mengenai ketersediaan makanan bagi orang-orang Afrika, kita berharap dapat lolos dalam kompetisi itu,” ucap Doktor Zul.

Baca Juga  HBK : Sejahterakan Lombok Dengan Hasil Buminya"

Kendati demikian di luar kompetisi, UTS tengah mengembangkan mikroalga menjadi biodiesel bekerjasama dengan Pertamina. Selain itu bekerjasama dengan Elnusa untuk membangun pembangkit listrik tenaga biomassa berbahan baku bambu. Dan PLN sudah menyatakan kesiapannya untuk membeli energy tersebut. “Kami meyakini bahwa setiap ada keinginan pasti ada jalan. Insha Allah jika semua project ini berjalan, Sumbawa tidak lagi kekurangan listrik,” ujarnya mantap, sembari menyatakan rasa bangganya menjadi bagian dari sejarah kampus kaki Bukit Olat Maras ini.

Pemda Support UTS

Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik
Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik

Di tempat yang sama, Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik mengatakan tidak ada yang tidak mungkin diwujudkan jika mau berusaha, dan UTS telah membuktikannya. “Tidak ada orang bodoh dan pintar, yang ada hanya orang malas dan rajin. Ketika dia rajin dan mau berusaha maka semua mimpi pasti menjadi kenyataan,” tukasnya.

Karenanya ia berharap apa yang diimpikan UTS untuk 10 tahun mendatang dapat diwujudkan. Dengan keunggulan yang dimiliki UTS akan menjadi daya pikat sehingga orang Sumbawa tidak lagi sekolah keluar daerah, bahkan sebaliknya orang luar daerah sekolah di Sumbawa. “500 saja orang dari luar Sumbawa sekolah di UTS, kami yakin Batu Alang dan sekitarnya akan berkembang pesat karena akan kehadiran mereka memberikan multiplier efect positif yang sangat luar biasa,” kata JM—sapaan akrab bupati. Karenanya Pemda terus memberikan support kepada semua universitas di daerah ini yang mampu memberikan konstribusinya bagi kemajuan Sumbawa dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Deputi Gubernur BI 3Di akhir kegiatan BI memberikan bantuan inkubator agrobisnis-agroindustri kepada Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) UTS senilai Rp 123,5 juta, bantuan pendidikan kepada SDN Omo Kecamatan Moyo Utara, menandatangani perjanjian kerjasama pengembangan klaster usaha ternak sapi di Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu. Ikut dalam penandatanganan itu adalah Bupati Sumbawa, BI Propinsi NTB, Direktur Pemasaran Bank NTB, Kadis Peternakan NTB dan Kepala BPN Sumbawa. (Jen)

iklan bapenda