Belasan TKW Sumbawa Diselamatkan PDRM Malaysia

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (23/04)

Kasat Reskrim IPTU Tri Prasetiyo
Kasat Reskrim IPTU Tri Prasetiyo

Tim Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa tengah mendalami penyelidikan kasus dugaan penyelundupan belasan TKI asal Kabupaten Sumbawa. Para TKI yang semuanya wanita ini tengah berada di Malaysia dan diduga keberangkatannya sekitar akhir 2014 lalu tidak prosedural.

amdal

Mereka teridentifikasi bernama Linda Apriani warga Desa Boak Unter Iwis, Triana Anggraini dan Delitasari—keduanya asal Kota Sumbawa. Yanti asal Kalimango Kecamatan Alas, Santi Sardi warga Kelurahan Brang Bara, Fitri asal Pernang Desa Labuan Burung Kecamatan Buer, Eri Andani warga Desa Lawin Ropang dan Ayu Andika TKW asal Kecamatan Rhee. Selain itu Irawati asal Desa Juru Mapin Kecamatan Alas Barat, Endawati warga Desa Uma Beringin Unter Iwis, Indrawati Desa Moyo Kecamatan Moyo Hilir, Samawati Desa Jorok Kecamatan Utan, Hafni Azizah warga Kelurahan Brang Biji, dan Sumarni asal Manggalewa Kabupaten Dompu.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo, Kamis (23/4), mengatakan, belasan TKW ini diberangkatkan oleh PT LP yang berkantor cabang di Kelurahan Brang Bara melalui jalur darat dari Sumbawa—Mataram, lalu penerbangan dari BIL—Soekarno Hatta Jakarta. Selanjutnya menuju Malaysia. Mereka diduga kuat berangkat secara an-prosedural. Saat tiba di Malaysia para TKW ini diselamatkan PDRM dari Partai Med SDM Kuala Lumpur yang kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja RI. Pemerintah pun melaporkan kasus itu ke Bareskrim Polri hingga akhirnya dilimpahkan ke Polres Sumbawa melalui Polda NTB.

Baca Juga  Waspada !!! Sumbawa Darurat Curanmor

Menindaklanjuti laporan tersebut, ungkap IPTU Tri—sapaan akrab perwira murah senyum ini, pihaknya melaksanakan penyelidikan dengan memanggil 4 orang tua dari para TKW ini untuk mengungkap prosedur pemberangkatan. Penyidik juga berkoordinasi dengan Imigrasi untuk memperoleh mekanisme pengurusan passport termasuk data para TKW. “Kami masih mengantongi data 13 dari 14 TKW ini yang diberikan pihak Imigrasi,” kata mantan Kasat Reskrim POlres KSB ini.

Rencananya penyidik akan memanggil pihak perusahaan yang memberangkatkan para TKW tersebut untuk memastikan prosedur mulai dari pendaftaran, perekrutan, pelatihan, penampungan, hingga keberangkatan. “Kami juga memanggil pihak dari Disnakertrans guna mendapatkan informasi apakah keberangkatan para TKW ini sepengetahuan mereka,” jelasnya.

Jika dalam penyelidikan mengarah pada tindak pidana, akan diproses lebih lanjut. Namun apabila hanya terdapat pelanggaran administrasi akan dikembalikan penanganannya kepada dinas terkait.

Untuk diketahui, ungkap IPTU Tri, para TKW ini diberangkatkan oleh PT LP dari Sumbawa melalui jalur darat menuju Mataram. Selanjutnya mereka diterbangkan dari BIL ke Bandara Soekarno Hatta dan sempat ditampung lalu berangkat menuju Malaysia sekitar akhir 2014. Kehadiran para TKW di negeri jiran ini dicurigai sebuah lembaga setempat yang kemudian mengambil tindakan. (jen)

iklan bapenda