UTS Siap Jadikan Sumbawa Seperti Boston

oleh -15 views
Kota Boston
bankntb

Sumbawa Besar, SR (22/04)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) memiliki mimpi besar menjadikan Sumbawa seperti Kota Boston, salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Mimpi ini lahir setelah Rektor dan mahasiswa Fakultas Biokteknologi UTS sudah melihat secara langsung kemajuan di Boston ketika mengikuti Kompetisi iGEM (International Genetically Engineered Machine) 2014. Pada kompetisi dunia yang diikuti 250 perguruan tinggi terkemuka utusan dari 31 negara ini, UTS berhasil meraih empat penghargaan dunia salah satunya IGEM Chairman’s—sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan President IGEM, Randy Rettberg. Keyakinan ini muncul karena selain Sumbawa memiliki sedikit kesamaan dengan Boston, ada beberapa keunggulan yang tidak dimiliki Boston. “Ini mimpi besar UTS menjadikan Sumbawa seperti Boston,” ungkap Rektor UTS, Dr Arief Budi Witarto Ph.D didampingi Warek V, M Arief ZA MM dan Kabag Humas UTS, Dina Raysa Rasyidi S.Sos di hadapan pimpinan DPRD Sumbawa dan jajarannya dalam kunjungan silaturahim di Gedung DPRD, Rabu (22/4). Hadir dalam kesempatan itu pimpinan DPRD, Lalu Budi Suryata SP dan Kamaluddin ST M.Si serta pimpinan komisi dan fraksi di antaranya Chandra Wijaya Rayes, Ismail SH, M Yasin Musamma dan Ahmadul Kusasih SH.

Di depan Harvard University
Di depan Harvard University

Menurut Doktor Arief—sapaan akrab jebolan doktoral Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang ini, untuk mewujudkan mimpi tersebut UTS sudah memiliki program yang mengarah kesana. Diawali dengan mengirimkan mahasiswa Fakultas Bioteknologi mengikuti kompetisi dunia. Mereka tidak sekedar menjajal kemampuan melakukan rekayasa genetika bakteri E.coli untuk dijadikan alat sensor, tapi melihat kemajuan Boston secara utuh dalam upaya membangun mimpi besar itu. Sumbawa lebih luas dibandingkan Boston. Dan Boston tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Sumbawa yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Boston adalah daerah dingin yang tidak memiliki kekayaan tambang dan pertanian sebagaimana Sumbawa. Namun Boston mempunyai keunggulan sumber daya manusia (SDM). Boston memiliki tiga universitas terkemuka dunia. Di antaranya Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Dari perut dua universitas inilah telah lahir sejumlah tokoh dunia, hampir semua Presiden Amerika dan peraih nobel, termasuk pejabat dan orang-orang sukses di Indonesia seperti Achmad Zen Umar Purba (Guru Besar Universitas Indonesia), Agus Yudhoyono (Putra Presiden SBY), Alvin Januar (Direktur Citygroup), Alvin Lesmana (Direktur Utama Exxon Indonesia), Arief Budiman (Dosen University of Melbourne), Billy Andreas (Ahli Hukum Dunia), Brilly Kristian (Ahli kesehatan Amerika), Daniel Kristanto (Direktur Telmex.com), Della Hartati (Ahli Hukum Amerika), Endang Rahayu Sedyaningsih (mantan Menteri Kesehatan RI), Gita Wirjawan (mantan Menteri Perdagangan), Hans Gunawan (Mantan Direktur Indosat), Travis Halim (CEO CityGroup) dan William Atmajaya (Mantan Direktur Utama Chevron Indonesia). Semuanya berasal dari Indonesia. Untuk tokoh dunia adalah Barrack Obama, Mantan Sekjen PBB Kofi Annan, Pemenang Nobel Fisika Richard Feynman SB, dan Pemenang Nobel Ekonomi Paul Krugman, PhD.

Baca Juga  Diknas Minta Kepsek Pecat Guru Pengedar Narkoba
latar MIT Boston
latar MIT Boston

Harvard dan MIT adalah dua universitas terkemuka di Kota Boston Amerika Serikat. Keduanya ikut andil menjadikan negara adidaya tersebut sebagai pusat ilmu pengetahuan (center of excelent). Sebab mahasiswa terbaik dunia berbondong-bondong datang menimba ilmu di dua universitas yang saat ini menjadi tempat tujuan utama kalangan turis untuk berwisata. Hal ini juga yang membuat Amerika menjadi negara maju. Meski berstatus swasta namun Harvard dan MIT lebih berkembang signifikan dibandingkan dengan perguruan tinggi ‘berplat merah’ atau yang mendapat subsidi pemerintah setempat yakni Boston University. Lulusan tiga universitas ini sebut Doktor Arief, membuat Boston berkembang pesat. Hanya dengan keunggulan SDM tanpa SDA, Boston menjadi besar. “Ini yang saya ajarkan dan berikan mimpi kepada mahasiswa kami,” ujarnya.

Sumbawa memiliki SDA yang melimpah, dan memiliki perguruan tinggi lebih dari satu selain UTS ada UNSA dan STKIP Paracendekia. Ini sudah menjadi modal besar bagi Sumbawa jika ingin seperti Boston. “Kalau UTS ingin seperti MIT karena berbasis teknologi, UNSA pun bisa seperti Harvard yang mampu melahirkan pemimpin minimal pemimpin daerah,” imbuhnya.

Kota Boston
Kota Boston

Ia menilai semakin banyak universitas di daerah ini semakin bagus karena akan memacu semangat untuk berlomba-lomba menghasilkan SDM yang unggul. Pasalnya kunci ilmu pengetahuan terletak pada SDM. Karenanya UTS terus mencetak dosen berkualitas dengan mengirim mereka bersekolah di luar negeri. Ketika dosennya pintar maka mahasiswa atau lulusannya akan berkualitas. Dan ditargetkan pada Tahun 2020 mendatang 52 dosennya sudah bergelar doktor. Karena disadari ketika memiliki kampus bagus dan dosen terbaik di bidangnya akan memberikan daya pikat bagi mahasiswa terbaik di Indonesia maupun dunia untuk datang dan menimba ilmu di UTS. Jika upaya ini tercapai dengan sendirinya daerah akan maju dan mampu bergeliat melakukan perubahan menyamai Boston. “Daerah atau negara maju berbanding lurus dengan kampus yang bagus,” demikian Doktor Arief. (Jen)

iklan bapenda