UTS Sekolahkan Dosen ke Jepang dan Swedia

oleh -14 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (22/04)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) sangat menyadari bahwa kualitas sebuah universitas sangat ditentukan oleh kualitas dosen-dosennya, karena akan berpengaruh terhadap kualitas mahasiswanya. Untuk peningkatan kualitas ini, UTS sudah mulai mengirim dosen-dosennya ke perguruan tinggi ternama di luar negeri.

amdal

Mulai Tahun 2015 ini, UTS mulai menyekolahkan sejumlah dosennya ke Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT) Jepang dan University of Lund Swedia. Untuk dosen yang masih bergelar Strata 1 (S1) akan dikirim ke University of Lund di Swedia dan untuk yang bergelar S2 akan dikirim ke Tokyo University of Agriculture and Technology di Jepang. Untuk mengimplementasikan rencana tersebut, Rektor UTS Dr Arief Budi Witarto Ph.D bersama Ketua Yayasan Dea Mas Ny Niken Saptarini serta Ketua Dewan Penasehat UTS Dr Zulkieflimansyah M.Sc sudah bertemu dengan kedua pimpinan universitas tersebut di Jepang dan di Swedia. Di TUAT rombongan UTS diterima Rektornya, Prof Tadashi Matsunaga, sedangkan di Swedia diterima Rektor University of Lund, Prof Per Eriksson.

Ketua Dewan Penasehat UTS, Dr Zulkieflimansyah Bersama Rektor Lund University Prof Per Eriksson
Ketua Dewan Penasehat UTS, Dr Zulkieflimansyah Bersama Rektor Lund University Prof Per Eriksson

Untuk diketahui, TUAT sangat kuat di bidang seperti Biotechnology, teknologi pangan dan engineering. Karenanya dosen-dosen UTS akan segera melanjutkan studi S3 nya di TUAT untuk bidang-bidang tersebut. April 2015 ini, Dwi Aryanti salah satu dosen Bioteknologi UTS sudah memulai program doktoralnya di TUAT. Jejak Dwi—dosen yang tercatat cukup andil mengantarkan mahasiswanya menjuarai kompetisi IGEM di Boston Amerika ini akan diikuti oleh dosen-dosen lain dari Bioteknologi, teknologi pertanian dan dari Fakultas Teknik untuk melanjutkan studi doktoralnya di TUAT.

Baca Juga  Prestasi Sumbawagen Jadi Headline Media Luar Negeri

Sementara University of Lund akan menjadi sasaran dosen-dosen yang akan melanjutkan studi untuk master program. University of Lund merupakan salah satu universitas tertua di Eropa dan salah satu yang terbaik di dunia. Lund sangat kuat di bidang life science, biotechnology, informatika, business dan economics serta bidang-bidang lain seperti seni dan komunikasi.

Tahun depan dengan program akselerasi dan semester pendek di masa liburan diharapkan UTS sudah bisa menghasilkan lulusan terbaik. Rektor UTS, Dr Arief Budi Witarto Ph.D berharap para lulusan terbaik ini segera dikirim dan disekolahkan ke luar negeri untuk kemudian kembali menjadi dosen-dosen handal UTS di masa yang akan datang. “Ketika bertemu dengan pimpinan TUAT dan Lund, juga dibicarakan tentang program exchange students antara mahasiswa kedua universitas ini dengan mahasiswa UTS. Kami berharap nanti ada mahasiswa yang ke TUAT dan Land,” kata Doktor Arief, seraya menambahkan program peningkatan kualitas dosen ini didukung penuh oleh Kementerian Ristek Dikti dan LPDP sebagai penghargaan atas inisiatif dan usaha UTS mengembangkan Science and Technology di Indonesia bagian timur.

Doktor Zul Bersama Ny Niken Saptarini M.Sc Ketua Yayasan Dea Mas
Doktor Zul Bersama Ny Niken Saptarini M.Sc Ketua Yayasan Dea Mas

Ketua Dewan Penasehat UTS, Dr Zulkieflimansyah yang dihubungi terpisah berharap agar kesempatan untuk belajar di luar negeri ini bisa juga dimanfaatkan oleh perguruan-perguruan tinggi lain yang ada di Sumbawa. Tentunya pimpinan-pimpinan perguruan tinggi lain bisa berkoordinasi dengan Rektor UTS untuk persoalan teknisnya. “Semoga dengan semakin banyak dosen-dosen berkualitas yang ada di UTS dan universitas-universitas lain di Sumbawa, kualitas pendidikan di daerah ini di masa mendatang akan semakin baik dan Sumbawa menjelma menjadi kota pendidikan dan sumber kemajuan di Indonesia,” demikian Doktor Zul. (Jen)

iklan bapenda