Wirawan Permak Wajah KPPT

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (20/04)

Setelah menduduki jabatan sebagai Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Sumbawa, Wirawan S.Si MT tak menunggu waktu lama untuk melaksanakan tugas barunya ini. Mantan Kabag APP yang ikut dalam gerbong mutasi belum lama ini langsung action melakukan pembenahan secara internal terutama meningkatkan pelayanan yang ramah kepada masyarakat. Hanya dalam sekejap terjadi perubahan yang sangat signifikan. Ini ditandai ketika pintu kantor dibuka, terdengar suara lembut nan ramah dari pegawai setempat yang mengucapkan selamat pagi, siang dan sore, mempersilahkan duduk dan menanyakan keperluan. Kesan pertama yang ditangkap masyarakat adalah pelayanan pegawai KPPT bak karyawan perbankan.

amdal
Wirawan S.Si MT, Kepala KPPT Sumbawa
Wirawan S.Si MT, Kepala KPPT Sumbawa

Ditemui di ruang kerjanya, Wirawan mengakui perubahan tersebut. Ketika hari pertama dimutasi dia langsung bekerja menggelar rapat koordinasi dengan seluruh staf selain momen perkenalan sebagai pejabat baru, juga ajang penyamaan persepsi termasuk mengkomunikasikan target-target kinerja yang hendak dicapai baik bersifat jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Di hadapan semua stafnya, Wirawan mengingatkan bahwa KPPT adalah organisasi yang berada di garis terdepan dalam penyelenggaraan reformasi birokrasi. Suksesnya reformasi birokrasi di Kabupaten Sumbawa sangat ditentukan oleh sejauhmana efektivitas dan citra yang dibangun KPPT dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ketika masyarakat puas dan nyaman dengan pelayanan yang diberikan KPPT terutama soal perijinan berarti setengah dari reformasi birokrasi ini telah tercapai. Karenanya Ia sepakat untuk merumuskan beberapa hal yang harus segera dicapai baik yang bersifat kecil maupun besar yang membutuhkan dukungan dari pihak luar. Hal-hal kecil yang harus segera dibenahi tanpa harus menunggu anggaran sebutnya, adalah budaya kerja. Mereka sudah bersepakat konsumen itu adalah raja dan itu tidak hanya retorika tapi tercermin dari perlakuan kita terhadap masyarakat. “Contoh sederhana, menyiapkan kondisi yang nyaman di ruang tunggu bagaimana sapaan standar kita terhadap tamu yang datang. Misalnya selamat pagi atau siang, silakan duduk, dan apa yang bisa kami bantu. Itu adalah greating standard yang harus diucapkan pegawai KPPT yang bertindak sebagai customer service,” jelasnya.

Baca Juga  Warga Brang Bara Tolak Pengembangan Toko Utama Jaya Meubel

Menurut mantan Kabag Humas ini, KPPT ingin menjadi pelopor dalam hal kepatuhan terhadap kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada institusi. Seperti laporan pelaksanaan keuangan, fisik kegiatan, memiliki kartu inventaris ruang, dan semua tamu apapun kepentingannya diharuskan menulis di buku tamu. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan bagian program untuk menganggarkan pemasangan CCTV di semua ruangan dan lingkungan kantor. CCTV ini merupakan fasilitas standar sebuah organisasi yang memiliki fasilitas pelayanan. KPPT dalam waktu dekat juga akan menjalin kerjasama dengan perbankan sebagai institusi yang sudah lama mengembangkan konsep service excelent kepada masyarakat dalam membantu mengembangkan kepribadian. “Itu semua merupakan target jangka pendek,” katanya.

Kemudian target jangka penengah, lanjut Wirawan, merintis proses peralihan dari system perijinan manual ke system berbasis IT. Program yang akan dilaksanakan Tahun 2016 mendatang ini dimaksudkan agar proses pelayanan perijinan kepada masyarakat lebih transparan, efisien, efektif, dan akuntabel. “Kita sudah punya roapmap (peta jalan) tahapan-tahapan apa yang akan dilakukan pada Tahun 2016 dengan menyiapkan SDM yang menyelenggarakan perjinan, software (sistemnya), dan perangkat beratnya,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda