SMK Al-Kahfi Gandeng PT DIP Ciptakan Pakan Ternak Silase

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (20/4)

Sumbawa dikenal sebagai daerah ternak karena populasinya sangat potensial. Namun yang menjadi persoalan terbesar adalah ketersediaan pakan yang minim sehingga membuat kondisi fisik ternak memprihatinkan. Hal inilah yang memunculkan perhatian SMK Al Kahfi untuk berkarya, berinovasi dan berkreasi dengan mencari solusi bagi ketersediaan pakan ternak alternative. Salah satu upaya yang dilakukan sekolah kejuruan berbasis pesantren yang bernaung di bawah Yayasan Dea Mas menjalin kerjasama dengan PT Dupont Indonesia Pioneer. Bagian dari kerjasama ini adalah training atau pelatihan pembuatan pakan ternak silase di SMK Al-Kahfi yang digelar belum lama ini. Pelatihan diikuti para santri, orang tua santri dan gabungan kelompok ternak di Kecamatan Moyo Hulu. Pakan ternak silase berbahan dasar tanaman jagung yang diolah dengan cara fermentase.

Kepala SMK Al Kahfi, Ustad Muhammad Jufri Yusman, S.Pdi yang ditemui Minggu (19/4) mengatakan kerjasama ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada santri dan peternak dalam mengatasi minimnya ketersediaan pakan ternak di daerah ini. “Dengan adanya pakan ternak alternative ini kekhawatiran kekurangan pakan ternak selama musim kemarau dapat teratasi. Bahkan bisa bertahan hingga dua tahun yang penting kemasannya tidak rusak,” ujar Ustadz Jufri, seraya menambahkan bahwa kerjasama dengan PT Dupont ini tidak hanya sebatas pakan ternak silase melainkan banyak produk lainnya.

Sementara Petugas Lapangan PT Dupont Indonesia, Faqih Hidayat, menambahkan, sebelum mengadakan training di SMK Al Kahfi, kegiatan serupa digelar di Kecamatan Labangka dan mengundang kepala SMK Al Kahfi. Di tempat itulah keduanya berdiskusi sehingga terbangun rencana dan kesepahaman.

Baca Juga  “Terima Kasih Sumbawa Telah Menerima dan Menjaga Kami”

Pakan ini ulas Faqih, unggul dengan daya tahan cukup lama tanpa mengurangi unsur yang ada. Hijauan yang diawetkan dengan daya simpan sampai dua tahun, mengandung protein, karbohidrat, serat dan unsur lain yang dibutuhkan bagi metabolisme ternak. Proses pembuatannya pun sangat mudah dan yang paling penting adalah bahannya gampang karena ditemukan di sekitar peternak. “Kami pernah mengujicoba di Labangka dan sukses sesuai dengan kriteria silase yang semestinya. Aromanya harum, manis, tekstur segar, berwarna kekuningan, tidak berjamur, PH di bawah 4 dan paling disukai ternak,” jelasnya.

Sebagai perbandingan sambung Faqih, di dalam satu hektar tananam jagung hibrida bisa menghasilkan 30-40 ton silase. Pakan ternak jenis ini sebenarnya sudah lama diterapkan dan sempat ditinggalkan. Kini digunakan kembali untuk membangkitkan gairah peternak. (*)

iklan bapenda