KPPT Sumbawa Haramkan Calo dan Gratifikasi

oleh -0 views
Wirawan S.Si MT, Kepala KPPT Sumbawa
bankntb

Sumbawa Besar, SR (20/04)

Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Sumbawa mengharamkan praktek percaloan dan gratifikasi. Langkah yang dilakukan KPPT ini untuk melindungi masyarakat agar tidak menjadi korban oknum tertentu yang menarik biaya besar dari pengurusan yang sebenarnya gratis.

amdal

Selain itu melindungi pegawai dan staf setempat untuk melakukan praktek yang berisiko hukum karena menerima sesuatu dari masyarakat terkait pengurusan perijinan. “Kami haramkan percaloan dan gratifikasi,” tegas Wirawan S.Si MT selaku Kepala KPPT Sumbawa yang belum genap seminggu menjabat.

Saat ini ungkap Wirawan, pihaknya tengah gencar mensosialisasikan tentang prosedur dan pembiayaan pengurusan perizinan. Di papan informasi telah dicantumkan prosedur dan biayanya, di samping intensifnya sosialisasi di hampir seluruh kecamatan. Ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengetahui dengan jelas  mana ijin yang berbiaya, dan mana yang digratiskan. Meski demikian dukungan masyarakat sangat dibutuhkan dcalam memantapkan istiqomah jajaran KPPT untuk memberantas budaya percaloan dalam pengurusan ijin dan gratifikasi. Pasalnya praktek percaloan ini muncul karena masyarakat enggan mengurus sendiri perijinan. Rentetan dari percaloan ini akan memuncul adanya gratifikasi dan pungutan liar. “Seorang calo tidak mungkin mengurus ijin tanpa meminta bayaran kepada pemohon. Kadang-kadang bayaran ini sangat tinggi karena oknum ini berdalih akan dibagi-bagikan kepada petugas KPPT untuk mempercepat pengurusan,” tukas Wirawan. Karenanya Ia menghimbau staf KPPT dan masyarakat jika menemukan adanya praktek tersebut segera memasukan pengaduan untuk ditindaklanjuti. “Kami sudah memasang kotak pengaduan, di samping ada pengaduan melalui akun sebagai cara pengaduan lewat media sosial,” tandasnya. (*)  

Baca Juga  Dua Kali Vakum, RPH Poto Tano Kembali Beroperasi

 

 

iklan bapenda