UNSA Demo Tuntut Lokasi STP Ditinjau Ulang

oleh -1 views
bankntb

Desak Pemda Dukung Penegerian UNSA

Sumbawa Besar, SR (16/04)

amdal

UNSA demo UTS 3Hampir seribuan mahasiswa Universitas Samawa (UNSA) termasuk sejumlah dosen, turun ke jalan, Kamis (16/4). Mereka menggelar aksi demo ke kantor Bupati Sumbawa menuntut pemerintah daerah meninjau kembali lokasi pembangunan Science and Techno Park (STP) yang telah ditetapkan di lahan milik Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu. Aksi yang dimotori BEM UNSA ini juga menagih komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa terkait penegerian UNSA. Mereka melakukan longmarch dari UNSA menuju kantor Bupati. Sepanjang jalan mereka dikawal ketat ratusan aparat kepolisian yang langsung dipimpin Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM.

UNSA demo UTS 1Presiden BEM UNSA, Sahidullah yang menjadi Korlap Aksi, menyatakan protes keras terhadap kebijakan pemerintah yang hanya menetapkan STP untuk satu perguruan tinggi saja. Indikasinya, penetapan lokasi itu tanpa melibatkan semua pihak karena Pemda Sumbawa hanya berkomunikasi dengan perguruan tinggi tertentu. “Kami minta lokasi STP ditinjau ulang, dan dapat dibangun di lokasi netral karena STP akan menjadi aset daerah,” teriaknya.

Di bagian lain massa mendesak pemerintah daerah untuk mendukung penuh penegerian UNSA. Sebab perjuangan penegerian sudah dilakukan sejak lama, bahkan persyaratan yang diminta pemerintah pusat sudah dapat dipenuhi. “Kami minta Pemda jangan pilih kasih,” tambah Andi Juhari—orator lainnya yang merupakan Menteri Eksternal BEM UNSA.

Baca Juga  UTS dan Pemda Terbitkan Buku “Joki Kecil Berhak Belajar” dan “Rahasia Emas Cair Sumbawa”

Di lokasi aksi mereka diterima Sekda Sumbawa, Drs H Rasyidi didampingi Kepala Bappeda Sumbawa, Asisten I Dr HM Ikhsan M.Pd dan Ir Iskandar Dev. M.Ec, setelah difasilitasi Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM. Dalam kesempatan itu Kapolres meminta massa aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan mengingatkan agar tidak anarkis.

UNSA demo UTSSementara Sekda Sumbawa, Drs H Rasyidi mengatakan tidak ada kewenangan pemda Sumbawa untuk menentukan lokasi pembangunan STP. Namun lokasi pembangunan STP yang sudah ditetapkan pemerintah pusat harus dihargai. Ditambahkan Kepala Bappeda Sumbawa, Ir Iskandar, bahwa STP adalah program LIPI yang sumber dananya berasal dari pemerintah pusat. STP bukanlah laboratorium seperti yang dianggap pengunjukrasa melainkan taman technology dan ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan semua pihak untuk kemajuan masyarakat dan daerah. “Kami tidak bermaksud diskriminatif terhadap Universitas yang lainnya karena STP ini dihajatkan untuk kepentingan kita bersama dan semua universitas bisa masuk di situ,” ungkapnya.

Di antara syarat pembangunan STP ini adalah berada di dekat kampus dengan luas lahan 20—30 hektar. Dan yang dianggap paling pas adalah lahan UTS yang berada di Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu.

Penjelasan dua pejabat daerah ini tidak dapat diterima para pengunjukrasa. Mereka memaksa pejabat tersebut untuk menandatangani surat pernyataan untuk peninjauan ulang lokasi pembangunan STP, dan penegerian UNSA. Setelah negosiasi akhirnya tiga perwakilan massa di antaranya Rektor UNSA, Prof Dr Syaifuddin Iskandar M.Pd dan Dr Lahmuddin Zuhri, dipersilahkan masuk ke ruang Wakil Bupati Sumbawa. Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam ini Pemda Sumbawa menandatangani point kedua dalam surat pernyataan tersebut yaitu mendukung secara penuh penegerian UNSA. Untuk point pertama yaitu peninjauan kembali lokasi pembangunan STP masih dikosongkan karena para pejabat Pemda tidak berani menandatanganinya. Sekda beralasan harus dibicarakan dengan Bupati Sumbawa selaku penentu kebijakan. Sebelum membubarkan diri, massa berjanji akan kembali menggelar aksi. (*)

iklan bapenda