Jelang Pilkada, Gerbong Mutasi JM—Arasy Bergerak

oleh -0 views
bankntb

Kepentingan Organisasi atau Politik ? 

Sumbawa Besar, SR (14/04)

Gerbong mutasi pemerintahan Drs H Jamaluddin Malik—Drs H Arasy Muhkan kembali bergerak. Berdasarkan undangan yang beredar dan diperkuat broadcast dari Bagian Humas dan Protokol Setda Sumbawa, mutasi pejabat struktural di lingkup Pemkab Sumbawa ini akan dilaksanakan di Aula Kantor Bupati, Rabu (15/4) sekitar pukul 09.30 Wita. Tidak diketahui secara pasti berapa pejabat structural yang akan dilantik besok. Sebab undangan yang ditandatangani Bupati Drs H Jamaluddin Malik ini tidak mencantumkan siapa dan berapa yang akan dilantik. Kondisi ini membuat para pejabat diliputi H2C (harap harap cemas). Mereka saling bertanya apakah teman sejawat atau dia sendiri yang bakal masuk dalam gerbong mutasi ini. Bahkan ada yang menganggap mutasi yang dilaksanakan tersebut ada kaitannya dengan Pilkada Sumbawa yang akan digelar tinggal beberapa bulan mendatang. Itu cukup beralasan karena JM—sapaan akrab Bupati Sumbawa adalah ketua partai yang mengusung salah satu calon. Tentunya JM tidak ingin birokrasi menjadi ‘rapuh’ untuk menggolkan apa yang menjadi hajat besarnya. Ataukah JM sudah mengidentifikasi siapa-siapa pejabat di birokrasi yang mulai melirik calon lain selain yang didukungnya. Namun anggapan itu masih sulit diterima karena belum ada data yang menguatkan. Sebab mutasi pejabat structural itu biasanya dilakukan karena kepentingan organisasi yakni untuk penyegaran dan jenjang karier pejabat bersangkutan. Selain itu untuk mengisi beberapa jabatan yang lowong  atas adanya kemungkinan beberapa pejabat yang memasuki masa pensiun. Teka-teki siapa pejabat yang akan dimutasi sepertinya akan terjawab tengah malam nanti. Karena tengah malam, besok subuh bahkan menjelang waktu dhuha, pengantar undangan pelantikan mulai bergentayangan membagikan undangan tersebut.

Baca Juga  Wagub Prihatin Proses Seleksi KPU Kabupaten/Kota di NTB

Beberapa pejabat yang dihubungi wartawan ini mengaku tidak mengetahui siapa yang akan dimutasi. Sebab saat ini mereka hanya menerima undangan menghadiri pelantikan. “Biasanya undangan untuk dilantik (mutasi) kami terima tengah malam dan besok subuh,” kata pejabat di salah satu dinas yang meminta identitasnya dirahasiakan. Pejabat ini juga mengaku merasa was-was karena bisa jadi mutasi itu menimpanya. Meski demikian dia mengaku siap karena sebagai abdi negara akan selalu tunduk pada apapun keputusan pimpinan karena mutasi adalah hak prerogatif bupati.

Namun demikian dia berharap mutasi kali ini murni untuk kepentingan organisasi dan jenjang karier bukan kepentingan politik terkait pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati Sumbawa, Desember 2015. Diharapkan juga dalam menempatkan pejabat sesuai kepangkatan, prestasi serta latar belakang keilmuan dan pengalaman. (*)

iklan bapenda