ARKAM Siap Berkompetisi di Pilkada Sumbawa

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (14/04)

Selama ini Golkar dan PPP tetap menjadi incaran sejumlah figur untuk diusung khususnya pada Pilkada Sumbawa Desember 2015. Selain itu menjadi rebutan parpol lain untuk berkoalisi mengusung salah satu paket. Hal tersebut cukup beralasan karena dua parpol besar ini memiliki kursi yang cukup besar di DPRD Sumbawa. Golkar meraih 6 kursi dan PPP 5 kursi, serta kader dari dua partai ini menduduki jabatan unsur pimpinan dewan. Bahkan dua parpol ini memiliki kader yang solid dengan mesin partai yang sangat mumpuni.  Namun lirikan dan incaran terhadap dua parpol pemenang kedua dan ketiga pemilu legislative ini sepertinya kendor sebagai dampak dari kemelut internal masing-masing partai tersebut di tingkat pusat, menyusul lahirnya dua kubu yang berseberangan. Kondisi ini tentu berpengaruh besar terhadap partai dan kadernya di tingkat bawah. Bahkan Ketua KPU pusat mengeluarkan pernyataan sebagaimana dilansir berbagai media massa, menyebutkan Golkar dan PPP bakal tidak dapat mengikuti Pilkada dan mengusung calon jika dua kubu di internalnya tidak islah. Artinya Golkar dan PPP terancam menjadi partai pendukung atau penonton di tengah kompetisi politik yang berlangsung. Kabar inilah yang membuat beberapa partai lain berpikir dua kali berkoalisi dengan Golkar dan PPP untuk mengusung calon. Sebab perhitungan mereka, ketika Golkar atau PPP yang menjadi teman koalisi tidak dapat mengikuti Pilkada sudah tentu akan merugikan partai lain. Parpol mitra koalisi PPP dan Golkar akan ikut-ikutan menjadi partai pendukung bukan pengusung.

Kendati demikian di tengah kisruh politik yang menerpa Golkar dan PPP, muncul paket baru yang diwacanakan untuk berkompetisi pada Pilkada Sumbawa. Paket ini bernama ARKAM yang merupakan singkatan dua tokoh politik, Drs A Rahman Alamudy SH M.Si dan Kamaluddin ST M.Si. Keduanya adalah ketua dari dua parpol tersebut di Kabupaten Sumbawa. Paket ARKAM ini mulai bergulir dan disambut hangat lapisan masyarakat terutama pada kader dan simpatisannya. Bahkan paket ini digadang sebagai paket menang karena dua figur tersebut dianggap sangat ideal memimpin daerah.

Baca Juga  HUSNI MO Janji Tidak Ciptakan Tsunami Birokrasi

Munculnya wacana ini disambut positif Kamaluddin ST M.Si—Ketua DPD PPP Sumbawa. Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/4), Kamal, sapaan populernya menilai paket ARKAM yang mulai bergulir ini menjadi solusi atau jawaban atas keraguan parpol lain untuk berkoalisi dengan Golkar maupun PPP. Selain itu paket ARKAM ini untuk menghindari rusaknya komunikasi politik dengan parpol lain yang ingin berkoalisi. “Kami tidak ada orang kecewa atau partai lain gagal mengusung calon karena berkoalisi dengan partai Golkar dan PPP,” kata Kamal.

Agar tidak ada yang kecewa, Ia menyambut hangat munculnya paket ini. Bahkan dia sudah menghubungi Drs A Rahman Alamudy SH M.Si untuk memantapkan paket tersebut. “Saya calon wakilnya, beliau (A Rahman Alamudy) sebagai calon bupatinya,” ucap Kamal.

Mengenai adanya kemungkinan PPP dan Golkar tidak dapat mengikuti Pilkada karena tidak melakukan islah secara internal, Kamal menyatakan tidak menjadi persoalan, asalkan tidak ada partai lain yang kecewa. Tapi jika saat injury time menjelang penutupan pendaftaran Golkar dan PPP dapat mengikuti Pilkada, mereka sudah menyiapkan paket. “Ini paket alternative dan bisa dikatakan paket senasib sepenanggungan,” timpal politisi yang dikenal santun ini.

Sementara Ketua DPD Golkar Sumbawa, Drs A Rahman Alamudy SH M.Si mengatakan wacana itu sah-sah saja karena koalisi PPP dan Golkar bukan hal yang mustahil. “Peta politik dinamis selalu saja kemungkinan-kemungkinan itu terjadi. Kalaupun itu terjadi antara PPP dan Golkar saya kira bukan barang susah,” ucap Abi Mang-sapaan akrab politisi low profil ini. Menurutnya, hubungan asmara Golkar dan PPP sudah berakar sehingga tidak ada kesulitan untuk berpadu. “Jika Allah mentakdirkan kita bergabung, paket ini pasti jadi,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Minta Aktivitas Taman Mangga Sampai Jam 12 Malam

Berdasarkan pengalaman, latar belakang pendidikan, kedekatan kemasyarakatan, emosional dan sebagainya, dia dan Kamal memiliki nilai positif lebih dibandingkan dengan figur atau pasangan lainnya. “Wacana ini bisa menjadi nyata, semua harus melalui proses. Tapi tanpa dukungan dari kader dan simpatisan dua partai ini semua akan menjadi sia-sia,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda