Kamal: Wajib Dukung Kader, Terbuka untuk Non Kader

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (14/4)

Ketua DPD PPP Kabupaten Sumbawa, Kamaluddin ST M.Si menyatakan mendukung kader sendiri pada Pilkada Sumbawa bukan keputusan menyesatkan, bahkan wajib hukumnya bagi PPP. Menurut Kamal—sapaan akrab politisi ramah ini, PPP memiliki banyak kader potensial, layak dan patut untuk dicalonkan. Namun demikian PPP tetap membuka ruang bagi non kader untuk dicalonkan mengingat partainya tidak bisa mengusung paket secara mandiri.  Buktinya sudah ada beberapa nama dari luar PPP yang mendaftar seperti Husni Jibril (PDIP), Mahmud Abdullah (Nasdem), H Saad Abdullah dan H Ibrahim—keduanya dari birokrasi. “Kami harus berkoalisi untuk memenuhi persyaratan mengusung calon yakni minimal 9 kursi. Dan paket yang kami usung harus menang,” tegas Kamal yang juga pimpinan DPRD Sumbawa ini.

Pernyataan ini ungkap Kamal, bukan untuk menanggapi pernyataan Ketua DPC Hanura Drs H Jamaluddin Malik. Sebelumnya JM menilai keharusan kader partai yang akan diusung pada Pilkada merupakan politik yang tidak sehat, bahkan cenderung menyesatkan.

Ketika diharuskan calon dari kader partai, rekrutmen kepemimpinan oleh partai politik akan tertutup. Masyarakat non partisan tidak dilibatkan dan tidak diberikan ruang yang luas untuk menjadi seorang pemimpin melalui partai politik. Padahal banyak orang di luar partai politik atau yang bukan kader parpol yang berkualitas dan justru lebih berkompeten dibandingkan dengan kader partai itu sendiri. “Itu hak Pak JM menyampaikannya. Bagi PPP mendukung kader adalah keharusan,” tandasnya.

Baca Juga  Bawaslu Hentikan Penanganan Dugaan Tipilu Nurdin Raba dan Lalu Budi Suryata

Abi Mang: Sah-sah Saja

Drs A Rahman Alamudy SH M.Si
Drs A Rahman Alamudy SH M.Si

Sementara Ketua DPD Golkar Sumbawa, Drs A Rahman Alamudy SH M.Si menilai pernyataan JM selaku Ketua HANURA sah-sah saja dan pandangan tersebut harus dihargai. “Betul apa yang dikatakan beliau kalau memang itu penilaian beliau selaku ketua Hanura. Kalau Golkar, Alhamdulillah masih banyak memiliki kader yang akan diusung,” kata Abi Mang—sapaan akrab politisi yang kini duduk sebagai pimpinan DPRD Sumbawa.

Apakah Golkar tidak mengusung figur non kader ? Abi Mang menampiknya. Golkar terbuka untuk siapa saja asalkan ruang untuk kadernya tetap ada. Jika memang hasil kajian dan pertimbangan bahwa orang luar mampu, layak, dan patut untuk didorong bersama kader Golkar, pihaknya akan all out mendukungnya.

Seperti diberitakan Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik menilai pernyataan keharusan dari kader partai yang akan diusung pada Pilkada merupakan politik yang tidak sehat, bahkan cenderung menyesatkan. Kritikan JM—sapaan akrab politisi yang kini menjadi Bupati Sumbawa ini dikemukakan karena banyak dari pernyataan tersebut terlontar menjelang Pilkada Sumbawa. “Ini salah satu persoalan besar republik ini karena calon pemimpin dipaksakan dan diharuskan dari kader partai. Ini tidak mesti dan bukan suatu keharusan,” kata JM.

Pilkada adalah bagian dari proses pendidikan politik. Ketika diharuskan calon dari kader partai, rekrutmen kepemimpinan oleh partai politik akan tertutup. Masyarakat non partisan tidak dilibatkan dan tidak diberikan ruang yang luas untuk menjadi seorang pemimpin melalui partai politik. Padahal banyak orang di luar partai politik atau yang bukan kader parpol yang berkualitas dan justru lebih berkompeten dibandingkan dengan kader partai itu sendiri. Untuk memilih dan menentukan calon yang akan diusung oleh partai politik ungkap JM, yang dilihat adalah visi, track record secara obyektif dan kemampuannya untuk menjadi seorang pemimpin baik tekhnis maupun mentalnya.

Baca Juga  Netralitas ASN, TNI/Polri Jadi Sorotan, Bawaslu Sumbawa Gelar Sosialisasi

“Kami tidak ingin mengusung calon yang hanya mampu memenej birokrasi internal, tapi dia memiliki jaringan yang luas baik di propinsi maupun pusat agar kemampuan anggaran yang terbatas dalam membangun daerah dapat teratasi dengan keberhasilannya menyedot anggaran dari luar,” demikian JM. (*)

 

iklan bapenda