Lima Pelajar Tersangka Kriminal Ikut UN di Kantor Polisi

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (13/04)

Sedikitnya 5 pelajar di Kabupaten Sumbawa terpaksa mengikuti Ujian Nasional (UN) di kantor polisi dan di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian. Pasalnya sejumlah pelajar tersebut berstatus tersangka dan ditahan di dalam penjara karena terlibat kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). Mereka adalah ER, AF dan SY. Tiga pelajar sebuah sekolah di Kota Sumbawa ini mengikuti ujian di Polres Sumbawa tepatnya ruang Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (KSPKT). Ketiganya terlibat pencurian mesin molen milik Universitas Samawa (UNSA) beberapa waktu lalu.

Sedangkan dua lainnya adalah KN dan NS—keduanya pelajar di sekolah kejuruan Kecamatan Alas. Meski diijinkan mengikuti UN di sekolahnya, namun keduanya dikawal ketat aparat dari polsek setempat. Untuk diketahui kelima pelajar ini akan mengikuti UN selama tiga hari sejak Senin (13/4) hingga Rabu (15/4) mendatang.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo, keikutsertaan ketiga tersangka pada UN ini adalah hasil kerjasama pihak sekolah dengan kepolisian. Ketiganya sudah lama ditahan karena terlibat aksi pencurian mesin molen. Mereka tertangkap setelah warga di wilayah Desa Kerato Kecamatan Unter Iwis merasa curiga keterlibatannya dalam pencurian ayam. Saat diinterogasi ketiganya membantah, namun mengakui pernah mencuri mesin molen di UNSA.

Sejauh ini sudah ada keinginan pelapor untuk menyelesaikannya secara damai. Karena ini sudah berproses kasusnya tetap berjalan, dan surat damai itu nantinya akan menjadi alat untuk meringankan hukuman para tersangka di persidangan. Namun demikian untuk saat ini, ungkap IPTU Tri, pihaknya akan menangguhkan penahanan ketiganya agar dapat konsentrasi mengikuti UN pada hari selanjutnya. “Insha Allah sore ini (kemarin, Red) surat penangguhan penahanannya akan saya tandatangani,” kata IPTU Tri.

Baca Juga  Hilang Tiga Hari, Pegawai PU Ditemukan Tewas Terbakar

Sementara Kapolsek Alas, Komisaris Polisi (Kompol) Ibrahim, membenarkan dua tahanannya mengikuti UN. Keduanya terlibat aksi pencurian dengan membobol sebuah counter HP. Dalam aksinya dua pelajar ini berada satu komplotan dengan 5 rekan lainnya yang semuanya sudah tertangkap, termasuk beberapa di antaranya masih di bawah umur. Mereka tertangkap setelah polisi mengidentifikasi dua pasang sandal milik tersangka yang tertinggal di TKP.  Hasil koordinasi dengan pihak sekolah, ungkap Kompol Ibrahim, keduanya mengikuti UN di sekolahnya dalam pengawalan ketat aparat kepolisian. (*)

iklan bapenda