STP di UTS Percepat Kemajuan Daerah

oleh -0 views
Disaksikan Menristek Dikti, Bupati Sumbawa lakukan penandatanganan kesiapan Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi Science and Techno Park.
bankntb

Sumbawa Besar, SR (10/04)

Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik sangat bahagia karena Sumbawa menjadi salah satu dari 10 daerah di Indonesia yang menjadi lokasi pembangunan Science and Techno Park (STP). Kepastian ini setelah Bupati Sumbawa didampingi Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Dr Arief Budi Witarto Ph.D bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof Dr Moh Nasir menandatangani kesiapan Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi STP di Kantor Menristek Dikti di Jakarta, Selasa (7/4) lalu.

amdal

Ikut bersama Bupati Sumbawa menandatangani amanah itu adalah Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Riau, Gubernur Kalimantan Utara, Bupati Kaur Bengkulu, Walikota Solo dan Bupati Sragen. “Kamio bahagia dan sangat bersemangat menerima amanah ini. Dan UTS menjadi satu-satunya perguruan swasta yantg mendampingi pemerintah dalam rangka membangun STP karena selain syarat utama tanahnya harus disiapkan oleh Pemda dan melibatkan pihak ketiga, juga wajib bekerjasama dengan perguruan tinggi,” kata JM.

Mahasiswa UTS 555

Keberadaan STP diyakini JM, akan mampu mendongkrak dan mempercepat pembangunan di daerah. Karena di STP nanti akan dibangun sejumlah fasilitas megah, laboratorium canggih, pusat pelatihan keuangan dan UKM, serta incubator bisnis dan kawasan industry.

Di tempat ini teknologi akan dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat terutama para pengusaha untuk mengembangkan usahanya. “Ketika orang ingin belajar menjadi pengusaha, melakukan riset dan mengembangkan kegiatannya, bisa dilakukan di STP karena di sini ada peneliti dan para pakar. Apalagi di kawasan itu ada taman dan fasilitasn pendukung lainnya yang bisa dijadikan tempat belajar sambil refreshing,” jelas JM memberikan gambaran.

Baca Juga  Fisipol UNSA Berbagi, Paket Sembako untuk Warga Tak Mampu

Keberadaan STP dinilainya sangat pas dengan potensi di daerah ini. seperti peternakan dan pertanian, bagaimana padi bisa produktif dengan varietasnya yang lebih bagus, dan bagaimana membuat pakan ternak yang berkualitas. Selain itu Sumbawa dikenal sebagai daerah jagung, tidak lagi mengirim dalam bentuk gelondongan dan rumput tidak dalam bentuk basah tapi sudah diolah menjadi sebuah produk unggulan yang mampu bersaing di pasar global. “Kehadiran STP berdampak besar bagi daerah dan masyarakat karena multiplier effectnya yang sangat positif,” ucapnya.

Di bagian lain JM mengakui ada pihak yang menyentil kiprah Doktor Zul (Dr H Zulkieflimansyah M.Sc dari pandang yang negatif. Namun JM menegaskan apapun yang dilakukan seseorang ketika memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah, Pemda Sumbawa wajib mendukungnya. “Banyak dari kita yang selalu berprasangka buruk terhadap upaya positif seseorang. Ini yang tidak baik. Dan Pemda tidak peduli dengan prasangka itu, dan mendukung segala upaya yang memajukan daerah serta mensejahterakan masyarakat. Dan keberadaan STP di UTS menjadi sebuah keniscayaan,” tandasnya.

Rektor UTS, Dr Arief Budi Witarto merasa bangga dan berterima kasih kepada Bupati yang memberikan kepercayaan kepada UTS untuk mengelola Science and Techno Park. Rektor merasa yakin proses belajar mengajar di UTS akan semakin bagus dengan fasilitas yang canggih sehingga UTS akan terus berprestasi dan menjelma menjadi universitas andalan di Indonesia bagian timur.

Baca Juga  Ini Juknis BOS 2018

Untuk diketahui Science and Techno Park adalah program 5 tahun pemerintah untuk memajukan Science and Technology dengan membangun fasilitas fisik, laboratorium canggih, pusat pelatihan keuangan dan UKM, incubator bisnis dan kawasan industry.

Diharapkan dengan hadirnya Science and Techno Park maka penelitian-penelitian kampus akan sangat terbantukan dengan keberadaan lab-lab canggih untuk kemudian memancing komersialisasi riset karena munculnya star up companies yang melahirkan industrialis handal di masa mendatang.

Menurut rencana peletakan batu pertama Science and Techno Park akan dilakukan oleh Menteri Bappenas Andrinof Chaniago dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Dr Muhammad Nasir. (*)

iklan bapenda