Aksi Lengserkan Jokowi Berlangsung Ricuh

oleh -2 views
bankntb

Massa HMI—Satpol PP Beradu Fisik

Sumbawa Besar, SR (08/04)

amdal

demo HMI 1Puluhan massa yang tergabung Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa terlibat bentrok dengan anggota Satpol PP. Ini terjadi setelah massa HMI gabungan Sumbawa, Bima, Dompu dan Makasar ini menggelar aksi demo di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (8/4) pagi. Aksi damai yang berubah anarkis ini menyebabkan beberapa korban terluka baik dari HMI maupun Satpol PP, termasuk salah satu dari massa HMI jatuh pingsan terkena pukulan. Selain itu dua bola lampu yang tepat berada di taman depan ruang Bupati hancur. Situasi ini terkendali setelah puluhan anggota kepolisian yang dipimpin Kasat Intelkam AKP M Hatta dan Kanit Provost IPDA Buhari Tamal.

demo HMI 2Kisruh aksi demo ini bermula ketika massa HMI yang mendatangi Kantor Bupati Sumbawa menggunakan satu unit roda empat dan beberapa roda dua berorasi menuntut Presiden Jokowi diturunkan karena dianggap tidak mampu menjadi seorang pemimpin sehingga Indonesia menjadi negara gagal.

Kegagalan Jokowi dalam memimpin bangsa terlihat dari kondisi rakyat yang jauh dari kesejahteraan, perlindungan masih sebatas wacana dan rakya semakin sengsara. Hal ini sangat jauh dari cita-cita luhur pendiri bangsa ini sebagaimana tertuang dalam mukaddimah UUD 1945 yakni “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat ini yang disaksikan rakyat yaitu elit korupsi, KPK dan Polri konflik terkesan diadu domba, harga gabah anjlok, harga gabah merosot, harga BBM naik, dan harga sembako melambung tajam. Karenanya mereka menuntut Jokowi harus diturunkan dari kursi presiden. “Negara ini tidak cukup dikelola dengan blusukan,” teriak salah seorang orator melalui pengeras suara.

Baca Juga  Tingkatkan Ketahanan Pangan, Satgas TMMD Bangun Saluran Irigasi 350 Meter

demo HMI 3Setelah puas berorasi, massa hendak merangsek ke halaman parkir mobil dinas Bupati. Namun keinginan massa ini dihalangi blockade Satpol PP. Aksi saling dorong tak terelakkan, emosinya pun memuncak membuat situasi menjadi ricuh. Puncaknya ketika massa HMI membakar dua buah ban bekas lalu membuat lingkaran agar ban tersebut tidak diganggu. Saat api menyala, pasukan Satpol PP berusaha memadamkannya. Beradu fisik pun terjadi. Kedua belah pihak terlibat baku pukul, sehingga terdengar suara histeris massa HMI yang sebagiannya adalah wanita. Polisi turun tangan menenangkan situasi. Dua anggota HMI terpaksa digotong ke mobil karena terkapar dan tidak sadarkan diri. Massa HMI yang marah karena melihat rekannya ini langsung emosi menghancurkan dua bola lampu besar. Selain itu mereka bergerak ke arah Kantor Satpol PP untuk melakukan sweeping mencari oknum anggota Satpol PP yang dituding sebagai pelaku penganiayaan. Upaya ini tak membuahkan hasil karena beberapa anggota Satpol PP sudah menunggu dan menghalau mereka.

Karena aspirasi tak terakomodir dan ambisinya untuk mendapatkan sang penganiaya tak berhasil, akhirnya mereka beranjak ke Kantor DPRD, kemudian berakhir di Polres Sumbawa untuk membukukan laporan polisi terkait tindak pidana penganiayaan yang menimpa rekannya.

Sementara Kasat Pol PP Sumbawa, Edy Retno Sanjaya SH juga berniat untuk mempolisikan massa HMI karena melakukan aksi pengrusakan. Rencana ini semakin kuat ketika anggota polisi memasang police line di lokasi pengrusakan dan kemudian didokumentasikan. “Kami menunggu petunjuk pimpinan untuk menempuh langkah lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga  11 Nelayan Labuan Mapin Diselamatkan Nelayan Sulsel

Secara terpisah Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM mengakui adanya laporan dari HMI. Laporan itu sudah ditindaklanjuti penyidik Reserse dan Kriminal. Kapolres juga mempersilahkan Pemda Sumbawa untuk melaporkan kasus pengrusakan. “Silakan saja, biar dua-duanya kami proses,” demikian Kapolres.  (*)

iklan bapenda