Sikat Mafia Pupuk !!

oleh -8 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (5/4)

Ir Arifin Tasrif, Dirut Pupuk Indonesia
Ir Arifin Tasrif, Dirut Pupuk Indonesia

Setiap tahunnya kebutuhan pupuk untuk petani di kabupaten/kota termasuk Kabupaten Sumbawa kerap mengalami kekurangan. Secara normative ini terjadi karena distribusi pupuk yang tidak sesuai dengan kebutuhan petani, dan adanya keterlambatan distribusi serta pendistribusian yang tidak merata. Situasi ini kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk menimbun pupuk dan menjualnya dengan harga selangit atau melebihi harga eceran tertentu (HET). Ada juga oknum yang bermain dengan menjual pupuk palsu seperti yang beredar di beberapa tempat wilayah Kabupaten Sumbawa. Tentunya praktek ini dilakukan oleh mafia pupuk yang bergentayangan untuk meraup keuntungan di tengah kesulitan petani.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Ir Arifin Tasrif yang dicegat usai memberikan kuliah umum di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), tidak menampik adanya mafia pupuk. Praktek semacam ini kerap terjadi di level setelah pengecer (level 4) dan sudah pernah terjadi beberapa daerah di Pulau Jawa. “Pelakunya sudah banyak yang diproses hukum,” katanya.

Mafia pupuk ini beroperasi dengan cara menimbun lalu menjualnya di tengah kelangkaan pupuk dengan harga yang cukup mahal. Karenanya dia sangat mendukung pemberantasan mafia pupuk ini karena sangat merugikan petani terutama yang mendapat pupuk bersubsidi. “Mafia pupuk harus disikat habis. Jika ada oknum kami yang bermain dalam praktek ini, kami akan memberikan sanksi yang sangat tegas,” ucapnya serius.

Baca Juga  KSB Dapat Jatah Prona 6.400 Sertifikat Gratis

Mengenai indikasi beredarnya pupuk palsu, Arifin meminta masyarakat untuk segera melaporkannya kepada pihak yang berwajib untuk diambil tindakan hukum. Pihaknya juga memiliki nomor pengaduan yang bisa dihubungi ketika ada persoalan pupuk di lapangan baik mafia maupun pupuk palsu. Nomor pengaduan itu sudah disebar dan ditempel di kios-kios pupuk sehingga memudahkan masyarakat untuk memberikan informasi. Arifin mengakui masyarakat petani sulit membedakan mana pupuk asli dan palsu karena hampir serupa. Untuk memudahkan masyarakat mengetahui jenis pupuk yang benar, pihaknya memberi warna berbeda. Untuk pupuk Urea diberikan warna pink sedangkan pupuk ZA berwarna kuning. Dan daerah alokasi pupuk juga sudah jelas karena setiap daerah juga memiliki nomor kode masing-masing. Ketika ada pupuk beredar tidak sesuai dengan nomor kode, maka ada indikasi pupuk itu diselundupkan dari daerah lain. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda