Pengusaha Lokal Bangun Gedung Psikologi UTS

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (05/04)

Pembangunan di bidang pendidikan tidak hanya kewajiban pemerintah semata, namun semua pihak bertanggung jawab. Selain pemikiran, bantuan dari sejumlah pihak juga diharapkan berupa fasilitas, sarana dan prasarana pendidikan. Seperti yang dilakukan sejumlah perusahaan besar di antaranya BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Indonesia dan Bank NTB serta perusahaan besar lainnya terhadap pembangunan gedung Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Namun pengusaha local tak mau kalah. Sebagai putra daerah pengusaha ini tidak ingin menjadi penonton tanpa bisa berbuat nyata. Adalah H A Karim Maula—pengusaha hasil bumi dan distributor pupuk asal Kecamatan Lopok, akan membangun satu lokal ruang kuliah untuk Fakultas Psikologi UTS. Keinginan ini dicetuskan pengusaha murah senyum tersebut saat mendampingi Dirut PT Pupuk Indonesia Ir Arifin Tasrif yang memberikan kuliah umum di UTS belum lama ini. “Saya tidak ingin menjadi penonton di daerah sendiri, saya juga harus berbuat berpartisipasi mencetak sumberdaya manusia melalui kemampuan yang saya miliki,” ucap Haji Karim—sapaan akrabnya.

Membangun sarana pendidikan yang bermanfaat bagi umat, menurut Haji Karim adalah amal jariyyah yang tidak ada putusnya meski dia sudah tiada. Apalagi sarana pendidikan ini mampu melahirkan generasi emas sebagai cikal bakal pemimpin masa depan. Ia mengaku kagum dengan keberadaan UTS yang meski baru berdiri dan belum genap berumur dua tahun tapi sudah mampu mencetak prestasi baik lokal, regional, nasional bahkan dunia. UTS juga menjadi harapan dan tumpuan masyarakat Sumbawa untuk menyekolahkan putra-putrinya yang cerdas namun tak mampu secara ekonomi. “UTS adalah mimpi yang terwujud bagi putra putri cerdas dari kalangan tidak mampu untuk mengeyam bangku kuliah,” ucap Haji Karim. Karena itu tidak ada salahnya dia menyisihkan sebagian materinya untuk mendukung pembangunan peradaban di daerah ini.

Baca Juga  Pendaki PETANG Kibarkan Merah Putih di Puncak Jaran Pusang

Tentunya langkah Haji Karim ini patut dicontoh oleh pengusaha lokal lainnya. Sebab masih banyak sarana prasarana pendidikan di daerah ini yang membutuhkan uluran tangan di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah. Jika semua pengusaha bergerak dan bersatu untuk membangun daerah terutama di bidang pendidikan maka menciptakan generasi berkualitas di masa mendatang adalah keniscayaan. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda