Mahasiswa UTS Juara Dunia Worlwide UNESCO

oleh -9 views
Cendra bersama orang tua dan tim dosen FTB UTS
bankntb

Diundang ke Colorado dan Washington DC USA

Sumbawa Besar, SR (30/03)

Prestasi, itulah yang terus diukir mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Secara tim maupun individu mereka berlomba-lomba menunjukkan kompetensi dan intelektualitasnya dalam rangka mengharumkan civitas akademika, daerah, bangsa dan negara. Prestasi yang tertorehkan tanpa henti ini kembali diraih salah seorang mahasiswa UTS di level internasional. Setelah berhasil memenangi empat penghargaan dunia pada Kompetisi iGEM (International Geneticaly Engeneering Machine) di Boston Amerika Serikat, UTS kembali mengangkat nama Indonesia di ajang dunia.

Cendra bersama ayahnya, Cenruang
Cendra bersama ayahnya, Cenruang

Adalah Cendra Harri Pahlawan—mahasiswa semester 4 Fakultas Bioteknologi (FTB) berhasil menjadi pemenang Worlwide UNESCO Club Youth Multimedia Competition 2015 yang digelar UNESCO (United Nations Educational Science and Cultural Organization)—salah satu organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menangani kerjasama antar bangsa di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Putra bungsu dari tiga bersaudara anak pasangan Cenruang S.Sos dan Rogeiyah ini masuk tiga besar dunia pada kompetisi yang diikuti sekitar 78 negara. Dalam tiga besar ini, Cendra—sapaan singkatnya, berada bersama Chaitanya Jain dari India dan Agam Budi Satria dari UGM Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi, Cendra akan diundang untuk mengikuti pelatihan khusus di Washington DC USA, 19 Juli—1 Agustus 2015. Cendra juga harus bolak-balik Amerika, karena September berikutnya akan diundang khusus untuk menerima penghargaan atas keberhasilannya tersebut.

Didampingi orangtuanya, Cendra mengaku sangat bahagia mendapat kepastian raihan prestasi dunia itu pada Senin (30/3) sore. Kabar tersebut adalah surprise yang luar biasa. Ia tidak menyangka akan terjaring dalam tiga besar dunia karena targetnya hanya sebagai partisipan yang hanya mencari pengalaman dan untuk mendapatkan sertifikat berskala dunia. Rupanya hasil karya dan idenya pada kompetisi bertemakan “Year of Light” ini menarik perhatian dewan juri.

Keikutsertaannya ini ungkap Cendra, atas andil tim dosen FTB yang mendapat informasi mengenai adanya kompetisi dunia yang digelar setiap tahunnya. Tim dosen menawarinya karena melihat kemampuannya di bidang multimedia lebih menonjol dari mahasiswa lainnya. Sesuai dengan tema kompetisi, Cendra menuangkan idenya dalam bentuk video berjudul “GMO Light and Energy”. Video berdurasi 1 menit 22 detik ini mengupas mengenai rekayasa bakteri E.Coli yang akan menghasilkan energy listrik untuk masa depan. Hal ini berangkat dari keprihatinan bahwa dunia masih kekurangan energi. Selama ini sebagian besar energi dihasilkan dari fosil, padahal sumber tersebut tidak dapat diperbaharui yang lambat laun akan habis. Muncul ide bagaimana mendapatkan energi baru yang terbarukan dengan cara memanfaatkan gas hidrogen yang nantinya akan dikonversikan menjadi energi listrik. “Cara untuk mendapatkan gas hydrogen ini dengan merekayasa bakteri E.coli yang kemudian berfotosintesis dengan bantuan cahaya matahari sehingga menghasilkan gas hydrogen,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa sumber itu bisa menjadi alternatif energy baru yang terbarukan.

Baca Juga  Tim UEFo UTS Kembangkan Leseng Menjadi Desa Inggris

Ide ini sangat cocok untuk dikembangkan terutama di NTB khususnya Sumbawa yang masih mengalami krisis listrik, dibuktikan adanya diberlakukannya pemadaman bergilir. Dengan GMO Light and Energy ini akan menjadi solusi mengatasi krisis tersebut terutama dalam rangka membangun daerah terpencil. “Ide memanfaatkan energi matahari ini sangat pas karena musim panas di Sumbawa lebih panjang dari musim penghujan,” imbuhnya, sembari menginformasikan bahwa videonya dapat diakses di https://www.youtube.com/watch?v=znei-Jus64o. Dan dia berharap proyek yang digarap ini tidak hanya sebatas ide semata melainkan dapat diaplikasikan bagi kepentingan umat di dunia.

Cenruang S.Sos—ayah Cendra mengaku sangat terkejut ketika mendapat informasi dari putranya. “Saya tidak pernah tahu dia mengerjakan proyek itu, tapi hasilnya sungguh di luar dugaan dan membuat kami terharu,” ucap pegawai Diskoperindag Sumbawa ini.

Yang membuat dirinya bangga, kabar membahagiakan itu juga disampaikan langsung Dr Zulkieflimansyah M.Sc—pendiri UTS yang dianggapnya sebagai tokoh besar nasional. “Ibunya sampai menangis terharu karena tidak menyangka bahwa perjuangan dalam mendidik Cendra dan memilih UTS sebagai tempat menimba ilmu anak kami sungguh tidak sia-sia,” ujar kakek dua orang cucu ini.

Rasa bangga juga ditunjukkan Dosen Pembimbing, Sausan Nafisah dan Maya Fitriana. Raihan prestasi yang terukir ini sebenarnya bukan menjadi target, mengingat mahasiswanya minim pengalaman dan pertamakali mengikuti kompetisi tersebut. Namun demikian bimbingan dari tim dosen terus dilakukan secara maksimal karena apapun hasilnya diharapkan menjadi pengalaman sekaligus motivasi bagi mahasiswa bersangkutan untuk memperbaiki diri. Ternyata ide dan karya anak didiknya ini menorehkan prestasi membanggakan yang mengejutkan masuk tiga besar dunia. Selain menerima sertifikat dan plakat, Cendra akan diundang mengikuti pelatihan dan IMUN (International Model United Nation) Conference di Washington DC, Juli—Agustus. Tidak semua mahasiswa di dunia dapat bergabung dalam IMUN ini karena di sana mereka akan mensimulasikan dan membahas permasalahan dunia terutama yang berfokus pada STEM (Science Technology Engineering Math). Di sini Cendra juga akan mengikuti workshop fotography dan pembuatan film. Bukan hanya di Washington DC, dalam waktu yang berbeda Cendra pun diundang ke USFUCA Club Confrence di Colorado Amerika Serikat, September—Oktober 2015 untuk menerima penghargaan. “Semoga prestasi ini memotivasi mahasiswa lainnya dan kami terus memberikan support, karena kami yakin kesuksesan itu akan memanggil kesuksesan-kesuksesan berikutnya,” timpal Kaprodi Bioteknologi FTB, Ali Budhi Kusuma M.Sc—pria subur jebolan University of Birmingham, Inggris ini.

Baca Juga  Model Cilik Meriahkan Fashion Show TK Bhayangkari Sumbawa

Secara terpisah, Pendiri UTS, Dr Zulkieflimansyah M.Sc mengaku sangat terharu dengan prestasi Cendra. Meski sebelumnya gagal masuk tim inti kompetisi iGEM di Boston Amerika 2014 lalu, tak membuat Cendra patah semangat justru menjadi pemicu untuk berprestasi yang lebih baik lagi. Dan Cendra telah membuktikannya pada Tahun 2015 ini. “Ini prestasi hebat dan menunjukkan bahwa elang-elang muda Sumbawa sudah mulai menapaki angkasa menjelajahi dunia,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda