Dibacok Istri, Suami Terluka Parah

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (27/03)

JM (31) terpaksa dilarikan ke RSUD Sumbawa. Pria asal Kecamatan Moyo Hilir ini menderita luka yang cukup parah di kepala, tangan dan perutnya akibat disabet senjata tajam jenis badik oleh istrinya sendiri berinisial SI, Kamis (26/3) sekitar pukul 16.30 Wita.

amdal

Setelah melakukan aksinya, SI diamankan polisi setelah sang suami melaporkannya secara resmi terkait tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sebaliknya SI juga mempolisikan suaminya atas kasus yang sama. SI mengaku dianiaya suaminya sehingga terjadi pembacokan tersebut. Prahara yang dialami pasangan yang terbilang masih pengantin baru karena pernikahan baru berumur dua bulan ini diduga bermotif cemburu dan perselingkuhan.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi tadi malam melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo, membenarkan adanya kasus KDRT tersebut. Pasangan suami istri (pasutri) ini saling lapor dan keduanya akan diproses lebih lanjut.

Kasus KDRT ini terjadi di kamar kost-kosan tempat tinggal keduanya wilayah Desa Labuan Sumbawa. Berawal dari istri yang mendapat informasi kalau suaminya selingkuh. Saat suami pulang ke rumah terjadi percekcokan. Menurut pengakuan istri di hadapan penyidik PPA Reskrim, dia hendak bunuh diri dengan mengambil sebilah badik di dalam lemari. Karena melihat istrinya mau bunuh diri, sang suami berusaha mencegah. Entah bagaimana terjadi perkelahian dan sempat saling gigit menyebabkan suaminya terluka. Namun pengakuan sang suami ungkap IPTU Tri—sapaan singkat Kasat Reskrim, sang istrilah yang melakukan penyerangan karena cemburu buta. “Kami menerima dua laporan dari isteri dan dari suami,” kata perwira ramah ini.

Baca Juga  Hasil Pengembangan, SK Diduga Pengedar Narkoba

Terhadap laporan ini, pihaknya akan melakukan tindakan hukum dengan mengamankan istri. Sedangkan suaminya yang sempat dirawat di IGD RSUD Sumbawa belum dapat di BAP karena masih sakit. Mengenai perlakuan hukum terhadap keduanya, Kasat Tri menjelaskan karena ini merupakan KDRT dalam keluarga, yang di dalamnya terdapat unsur murni dan unsur aduan. Dalam perjalanannya nanti akan diserahkan kepada kedua belah pihak, apakah ada upaya kekeluargaan atau diteruskan sampai ke meja hijau. “Untuk pembuktian mana yang dianiaya dan yang menganiaya untuk sementara ini belum bisa dipastikan karena belum melakukan pemeriksaan secara utuh,” ucapnya.

Mengenai barang bukti, Kasat Tri mengaku sudah mengamankan sebilah badik dan asbak yang terdapat bercak darah. Selain itu kedua belah pihak sudah dilakukan visum et repertum sebagai salah satu alat bukti dalam kasus tersebut. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda