Diduga Menipu, Mitra Bisnis PT ABASA Dipolisikan

oleh -35 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (25/03)

Direktur Utama PT Abdi Bangun Samawa (ABASA), Amrullah MY terpaksa mempolisikan JH—rekan bisnisnya. Upaya hukum ini ditempuh karena JH warga Jakarta Timur yang merupakan salah satu pemegang saham di proyek perumahan Samawa Regency diduga melakukan penipuan yang menyebabkan pembangunan perumahan yang direncanakan sebanyak 3.400 unit menjadi tertunda. Janji untuk memback-up pembiayaan pembangunan perumahan senilai Rp 200 Milyar tak kunjung terealisasi. Akibat dari tindakan JH, Amrullah beserta karyawannya tertimpa masalah, mulai dari pembangunan mandeg, dikejar debitur, hingga diamankan polisi.

amdal
Calon Penghuni ikut memantau pengerjaan
Calon Penghuni ikut memantau pengerjaan

Hamid Criscy—Juru Bicara PT ABASA yang ditemui di Polres Sumbawa, Selasa (24/3), mengatakan, sebelum dimulainya proyek perumahan ini terjadi kesepakatan antara Dirut PT ABASA (Amrullah) dengan JH selaku pihak ketiga yang menjanjikan sejumlah dana untuk membiayainya. JH memberikan syarat akan memback-up pendanaan asalkan di dalam akta yang dibuat oleh Notaris Mansur Ishak SH di Jakarta menjadi salah satu pemegang saham dengan pembagian deviden sesuai porsi. Namun dana yang dijanjikan tidak pernah terealisasi, membuat proyek pembangunan berjalan apa adanya. Karena masih terjalin kerjasama dengan JH, ungkap Hamid, mereka kesulitan untuk menerima penawaran dari sejumlah investor termasuk lembaga perbankan. Berbeda jika dana itu cair, maka persoalan seperti sekarang ini tidak pernah terjadi. Meski demikian pihaknya masih berkeyakinan pembangunan perumahan Samawa Regency tetap berjalan. Untuk eksistensi pembangunannya, mereka mencoba membuka kerjasama dengan pihak bank. “Sudah ada dua bank pemerintah yang bersedia untuk membiayai kelanjutan pembangunan. Semoga dalam waktu dekat ini segera terealisasi,” kata Hamid.

Baca Juga  Berkas Kasus Bank NTB Sumbawa Masih Diteliti Jaksa

Setelah kerjasama dengan bank ini telah terjalin, debitur yang ingin mendaftar mendapatkan rumah, akan langsung diverifikasi bank untuk memastikan kelayakannya. Tentunya harga rumah tergantung dari pihak bank termasuk skema pembayarannya. “Begitu ada lampu hijau dari bank menyetujui debitur dimaksud, rumah langsung dibangun dengan catatan sudah membayar uang muka,” jelas Hamid.

Lalu bagaimana dengan debitur lama yang tidak menarik uang, menurut Hamid, tetap diakomodir dan menggunakan pembayaran skema lama yakni Rp 95 juta per unit. “Ini rejeki mereka dan bentuk apresiasi perusahaan atas kesetiaan dan kepercayaan debitur ini,” ucapnya, seraya berharap doa restu agar pembangunan perumahan ini berjalan sesuai rencana.

Sementara Dirut PT ABASA, Amrullah kembali menegaskan harga rumah untuk debitur lama tidak berubah. Kementerian Perumahan Rakyat tetap memberikan subsidi bunga, sehingga ada keringanan yang ditanggung debitur tersebut.

Diakui Amrullah, kerjasama dengan lembaga perbankan saat ini sedang berproses. Secara jujur hasil verifikasi pihak bank terhadap 900 debitur lama, 70 persen dinyatakan tidak layak. Dengan kondisi ini, PT ABASA juga akan menggandeng investor lain. “Ada beberapa yang sudah mengajukan kerjasama. Kami akan pilih-pilih mana yang lebih memihak kepada debitur itu yang kami minati,” ujar Amrullah.

Dengan investor ini nantinya akan membuat semacam lembaga pembiayaan untuk mengakomodir keinginan debitur lama yang tidak lolos verifikasi bank dengan tetap mempertahankan harga lama yang sudah ditetapkan. “Kami akan selalu memberikan perhatian,” tandasnya.

Baca Juga  Jika Jadi Tersangka, Kades Padesa Dinonaktifkan

Bagaimana dengan investor yang menarik diri, Amrullah justru menyayangkannya. Sebab mereka tidak akan terakomodir kembali sebagai debitur. Mengenai pengembalian uang mereka, Amrullah menyatakan sedang berproses tentunya sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan. “Akan dicairkan secara bertahap sesuai dengan daftar dan gelombang yang sudah ditentukan,” terang Amrullah.

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Untuk menindaklanjutinya, penyidik sudah meminta keterangan Amrullah dan saksi lainnya. Selain itu polisi mengamankan sejumlah dokumen. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda