Husni Jibril Diidolakan Pentolan KMP

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (24/03)

HM Husni Djibril B.Sc
HM Husni Djibril B.Sc

HM Husni Jibril B.Sc yang dicalonkan PDIP sebagai Bupati Sumbawa pada Pilkada Desember 2015 menjadi rebutan para pentolan Koalisi Merah Putih (KMP). Mereka beramai-ramai mengajukan lamaran untuk mendampingi Haji Husni sebagai calon Wakil Bupati. Sebut saja di antaranya Syamsul Fikri S.Ag M.Si (Demokrat), Burhanuddin Jafar Salam SH (PAN) dan Drs A Rahman Alamudy SH M.Si (Golkar). Hanya Drs H Mahmud Abdullah (Nasdem) berasal dari KIH (Koalisi Indonesia Hebat).

Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP yang dikonfirmasi Senin (23/3), menilai kondisi itu adalah realitas politik. Menurut Budi, sah-sah saja sejumlah tokoh ingin mendampingi Haji Husni karena yang sudah dikenal dan teruji dalam memberikan pengabdiannya kepada rakyat dan daerah. “Kami membuka ruang kepada semua parpol untuk mengusulkan calonnya melalui PDIP mendampingi Bapak Haji Husni,” ungkap Budi—sapaan akrab politisi PDIP yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Sumbawa.

Ketua Golkar Sumbawa Daftar ke PDIP
Ketua Golkar Sumbawa Daftar ke PDIP

Sejak dibukanya pendaftaran dan penjaringan, kata Budi, sudah ada 4 partai yang melamar yaitu PAN, Nasdem, Demokrat dan Golkar. Semua pelamar akan diverifikasi untuk kemudian diusulkan ke DPP melalui DPD untuk ditetapkan. Tinggal bagaimana calon dari sejumlah parpol dimaksud berjuang untuk meyakinkan partainya di tingkat atas agar dapat ditetapkan sebagai pendamping Haji Husni.

Terhadap informasi jika Haji Husni lebih respek terhadap H Mahmud Abdullah (Nasdem) dibuktikan kalau keduanya kerap turun bersama bersilaturrahim dengan warga, serta kabar lain yang menyatakan pasangan Husni—Burhanuddin Jafar Salam hanya tinggal akad, ditepis Budi. Ditegaskannya, semua calon memiliki peluang yang sama dan akan diperlakukan sama. “Tidak ada yang mendominasi karena punya kans yang sama,” ucapnya.

Baca Juga  Kampanye Akbar SAAT JAYA, Bermanfaat Bagi Umat

Disinggung mengenai kesolidan kader, Budi memastikannya. Munculnya persoalan pasca pemecatan Haji Mustami dari PDIP dinilai sebagai dinamika politik. Namun kondisi itu semakin mensolidkan kader. Mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, seluruh kader telah berkomitmen untuk setia dan siap meklaksanakan seluruh instruksi partai. “Mereka sudah menandatangani bukti kesetiaan di atas materai 6000,” sebutnya. Namun ketika ada kader yang melakukan indispliner, maka sesuai aturan partai akan diambil tindakan tegas.

KMP Semi Permanen

Sementara itu sejumlah pengamat menilai bahwa KMP tidak solid. KMP juga tidak permanen. Indikasinya sejumlah pentolan KMP yang sangat lantang menyuarakan kesolidan justru ‘tabrak pagar’ ingin meleburkan diri ke partai yang berada di dalam KIH menjelang Pilkada Sumbawa ini. Sejumlah tokoh KMP di Sumbawa akan solid tergantung kepentingan dan siapa yang berkepentingan. Ini sudah terbukti. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda