STP Wujudkan Batu Alang Sebagai Pusat Kawasan Industri

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (13/03)

UTS MOU 4Science and Techno Park (STP) di Kabupaten Sumbawa akan segera terwujud. Keberadaan STP atas inisiasi Pemda Sumbawa ini nantinya merupakan wilayah yang didukung dengan pengembangan inovasi sains dan teknologi yang akan mendorong berlangsungnya banyak kegiatan masyarakat secara berkelanjutan yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka. Karenanya Batu Alang Kecamatan Moyo Hulu di masa mendatang akan menjadi pusat kawasan industri mengingat STP  akan dibangun di lahan milik Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Rencana pembangunan STP ini ditandai dengan jalinan kerjasama antara UTS dan Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Kamis (12/3). Kerjasama tersebut ditandatangani Rektor UTS, Dr Arief Budi Witarto M.Eng dan Kepala BPPT, Dr Ir Unggul Priyanto M.Sc. Ikut menyaksikan pendiri UTS, Dr Zulkieflimansyah SE M.Sc, Pembina Yayasan Dea Mas Dra Hj Sumitri Wido dan Staf Ahli Bupati Sumbawa, Dr H Ikhsan Safitri M.Sc.

amdal

UTS MOU 2Dalam sambutannya, Doktor Arief—sapaan akrab Rektor UTS, mengatakan, BPPT merupakan lembaga riset elit yang mengembangkan ilmu yang bersifat keteknikan dan kerekayasaan. Saat ini BPPT dan UTS menjalin kerjasama untuk membangun STP yang diharapkan memberikan manfaat bagi mahasiswa, dan menjadi pusat kawasan industry di daerah ini. Ia mengakui Sumbawa dan UTS jauh tertinggal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa. Namun kekurangan itu tidak harus membuat berkecil hati dan harus terus mengejar ketertinggalan tersebut dengan keunggulan yang ada di daerah ini. “Dengan keunggulan ini kita tidak perlu menjadi number one (nomor satu) tapi jadilah the only one (hanya satu-satunya),” cetus Doktor Arief.

Baca Juga  UTS Sekolahkan Dosen ke Jepang dan Swedia

UTS MOU 3Di antara keunggulan yang akan dikembangkan ini adalah madu Sumbawa, susu kuda liar, dan terumbu karang. Ia berharap BPPT dengan tekhnologi terbarunya dapat bersinergi mengembangkan keunggulan tersebut.

Sementara itu Kepala BPPT, Dr Ir Unggul Priyanto M.Sc mengatakan rencana pembangunan STP di sejumlah daerah dan Sumbawa termasuk salah satunya, merupakan program pemerintah. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat daerah dari desa dalam rangka memperkuat negara kesatuan yang kemudian disebut dengan Nawacita. Program tersebut diimplementasikan melalui Bappenas, kemudian memprogramkan pembangunan berbasis Tecno Park. “BPPT diamanatkan untuk membangun Tecno Park, mengingat tugas BPPT adalah menciptakan dan menyediakan inovasi teknologi,” tandasnya.

Sejumlah daerah sudah memiliki Techno Park dengan ciri yang berbeda seperti Pelalawan dengan industri sawitnya, Banten pembibitan pertanian, Kerobokan intensifikasi pangan, dan pekalongan dengan budidaya ikannya. Nantinya STP di Sumbawa akan dijadikan suatu kawasan yang terdiri satu atau lebih sentra kegiatan ipteking dan produksi, yang dapat dimaknai sebagai kawasan yang dikelola oleh manajemen profesional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui penguasaan pengembangan dan penerapan Iptek yang relevan. Karena itu pemerintah mencanangkan pembangunan Tekno Park ini untuk disebar ke berbagai daerah, dengan harapan daerah tersebut nantinya bisa tumbuh. Selama ini universitas hanya melakukan kegiatan riset, namun dengan keberadaan STP diharapkan risetnya menjadi suatu kegiatan ekonomi yang bermanfaat bagi kawasan sekitar.

Baca Juga  Balik ke Gontor, 43 Santri dan Mahasiswa PMD di-Rapid Test

MoU tekno 2Untuk mewujudkan semua ini, pemerintah daerah harus lebih berperan terutama dalam menyediakan fasilitas pendukung seperti jalan dan perumahan. Sedangkan BPPT hanya melakukan pendampingan dan perencanaan, serta mendirikan pusat-pusat riset.

Di tempat yang sama, Bupati Sumbawa diwakili Staf Ahli, Dr H Muhammad Ikhsan Safitri M.Si mengemukakan bahwa dalam dimensi baru dan persaingan global yang berkaitan erat dengan laju perkembangan tekhnologi yang semakin pesat, maka pembangunan tekhnologi mampu memberikan keuntungan ekonomi terutama bagi negara berkembang untuk menguasai, menyerap serta mengembangkan teknologi. Sejalan dengan meningkatnya pembangunan di berbagai sector serta semakin besarnya tantangan globalisasi tersebut, kebutuhan akan sumber daya manusia professional terutama di Kabupaten Sumbawa akan semakin terasa. Tentunya dengan keberadaan UTS ke depan diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berinovasi maupun membangun teknololgi tepat guna yang dapat membantu pemanfaatan sumberdaya alam yang dimiliki secara maksimal bagi peningkatan produksi pangan di daerah ini di tengah isu potensi rawan pangan yang mungkin akan dialami masyarakat global di masa mendatang. Karenanya dengan kehadiran BPPT yang sekaligus memberikan kuliah umum dapat memberikan inspirasi yang mampu menghasilkan temuan-temuan yang inovatif dan aplikatif bagi masyarakat luas dalam meningkatkan kesejahteraannya. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda