Pajak Kendaraan Naik

oleh -5 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (10/03)

Salah Satu Ruang Pelayanan di SAMSAT Sumbawa
Salah Satu Ruang Pelayanan di SAMSAT Sumbawa

Target pajak kendaraan yang dibebankan Dispenda NTB Tahun 2014 lalu memang belum mampu direalisasikan 100%. Namun hal itu bukan menjadi alasan untuk mengurangi target pajak pada tahun ini. Buktinya, target pajak untuk UPTD Kantor Pelayanan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PPDRD) Kabupaten Sumbawa, kembali dinaikkan sebesar 5% dari jumlah sebelumnya Rp 47,9 miliar. Itu artinya, target pajak kendaraan yang harus dicapai tahun ini sekitar Rp 50 miliar lebih.
Meski kembali dinaikkan Kepala UPTD PPDRD/Samsat setempat, M Husni S.Sos M.Si, mengaku optimis target pajak tahun ini bakal terealisasi 100%. Keyakinan itu didasari dengan adanya tindakan pengoptimalan dari berbagai sisi pelayanan yakni seperti mengaktifkan Samsat Keliling (Samling) dibeberapa wilayah kecamatan yang jarak tempuhnya jauh dan pengaktifan Gray (Samsat Pembantu).

amdal

Selain itu juga melalui Operasi Gabungan (Opgab) yang juga melibatkan Satlantas (Polres Sumbawa), Polisi Militer (PM), TNI dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sumbawa. “Khusus Opgab akan dilaksanakan secara rutin, dimana dalam sebulan kita lakukan sebanyak enam kali,” ujarnya.

Dijelaskan Husni, terhitung dari Januari hingga Februari 2015 pihaknya sudah mampu meraup pendapatan pajak dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di triwulan pertama sebesar Rp 2,9 miliar, dan kini sudah terealisasi mencapai Rp 2,3 miliar. Sedangkan untuk target Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp 4,6 miliar, sudah terlealisasi sekitar Rp 3,1 miliar.
“Untuk target di triwulan pertama ini, kami yakin bisa terlealisasi bahkan terlampaui. Karena kita masih memiliki waktu di bulan Maret ini. Kalau dikalkulasikan berarti target yang kita butuhkan tinggal sekitar Rp 2,2 miliar lagi,” tegasnya.

Baca Juga  100 Pelaku Usaha Ramaikan Expo UMKM Festival Pesona Moyo

Disinggung kesadaran masyarakat sebagai wajib pajak, Husni, menambahkan secara umum sudah cukup baik. Tapi menurutnya, upaya yang dilakukan pihaknya juga tetap harus digalakkan seperti sosialisasi ataupun jemput bola serta bersurat kepada wajib pajak untuk memberikan pemahaman, agar dapat melaksanakan kewajibannya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda