Kantor BPN Dirusak Dirusak Massa 

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (11/03)

Kapolda NTB, Brigjen Pol Srijono
Kapolda NTB, Brigjen Pol Srijono

Ratusan massa tampak tak terkendali. Mereka merusak sejumlah fasilitas yang ada di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tindakan anarkis massa yang datang dari sejumlah desa di Kabupaten Sumbawa pada Selasa (10/3) ini karena kecewa dengan pelayanan instansi tersebut. Bahkan mereka mensinyalir adanya mafia tanah, karena terjadi tumpang tindih sertifikat dalam satu obyek. Untuk menetralisir situasi tersebut ratusan personil Polres Sumbawa diback-up personil Brimob diterjunkan ke lokasi aksi. Negosiasi pun dilakukan untuk menenangkan massa agar tidak anarkis. Upaya ini tak membuahkan hasil, sehingga sesuai protap polisi melakukan tindakan tegas namun terukur. Konsentrasi massa berhasil terpecah, sehingga memudahkan aparat untuk membubarkannya dengan melibatkan water canon dan tembakan gas air mata.

Namun aksi unjuk rasa dan tindakan kepolisian ini bukan sungguhan, melainkan kegiatan simulasi penanganan aksi unjuk rasa anarkis yang digelar di Mako Brimob Sumbawa. Simulasi ini disaksikan langsung Kapolda NTB, Brigjen. Pol. Srijono. Turut hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Arasy Muhkan, Kapolres Sumbawa AKBP Karsiman SIK MM, Ketua DPRD Sumbawa Lalu Budi Suryata, Kajari Sugeng Hariadi SH MH, Dandim 1607 Letkol Inf Agus Supriyanto, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Panji Surono SH MH, jajaran Polda NTB dan sejumlah tokoh masyarakat.

Sedangkan massa dalam simulasi ini diperankan oleh anggota polisi. Penanganan yang dilakukan yaitu dalmas awal, lanjutan dan tindakan aksi. Dalam menangani aksi ini personil dilengkapi body protector, tameng, pentungan dan water canon.

Baca Juga  Bersama Forkopimda, Kapolda NTB Pastikan Keamanan Natal 2019

Kapolda NTB, Brigjen Pol Srijono yang dicegat usai simulasi berharap gambaran dalam simulasi ini tidak menjadi nyata. Ketika benar-benar terjadi personilnya sudah sangat siap. “Simulasi ini merupakan latihan satuan untuk penanganan aksi unjuk rasa dan

salah satu persiapan penanganan jika terjadi aksi unjuk rasa pada pemilu yang dilaksanakan serempak di sejumlah wilayah di NTB Desember mendatang,” katanya.

Terkait dengan simulasi yang digelar jajaran Polres Sumbawa, Kapolda menilai sudah cukup bagus yang diawali dengan penanganan secara humanis, dan secara bertahap hingga pembubaran paksa massa aksi yang sudah menjurus anarkis. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda