Empat Polisi Terluka, Satu Mobil Dibakar

oleh -0 views
bankntb

Selamatkan Nyawa Terduga Pencuri Ternak

Sumbawa Besar, SR (11/03)

amdal
Kapolres AKBP Karsiman SIK MM
Kapolres AKBP Karsiman SIK MM

Tiga terduga pencuri ternak dikepung massa di wilayah Dusun Kanar Desa Badas Kecamatan Badas, Senin (9/3) malam. Kondisi malam itu membuat dusun setempat mencekam. Warga yang berasal dari berbagai penjuru dusun di Badas termasuk dari Desa Luk Kecamatan Rhee datang dilengkapi senjata tajam. Mereka terlihat geram dan hendak menghakimi tiga terduga yang diamankan di tempat terpisah yaitu satu orang di rumah warga Dusun Kayu Madu, dan dua lainnya di kediaman Kepala Dusun Kanar. Untuk mengamankan situasi dan melakukan evakuasi, Polres Sumbawa menerjunkan puluhan anggota ke TKP. Proses evakuasi ini berlangsung alot. Sejak pukul 18.00 Wita, polisi baru dapat mengevakuasi para terduga sekitar pukul 24.00 Wita. Proses ini mendapat perlawanan dari masyarakat, sehingga menyebabkan empat polisi dan dua warga terluka akibat terkena lemparan batu.

Aksi massa ini berawal ketika Syamsuddin warga setempat kehilangan dua ekor kuda. Saat dalam pencarian dan hendak pulang ke Dusun Kayu Madu, secara tak sengaja melihat kudanya berada di atas mobil L300. Korban mencoba mengejar lalu mencegat mobil tersebut. Setelah diteliti ternyata memang benar itu adalah kudanya. Dua orang yang berada di atas mobil mengaku membeli kuda itu dari Mus—warga Dusun Kanar.

Kabar mengenai adanya dugaan pencurian ternak ini cepat menyebar sehingga masyarakat berdatangan. Mus yang dalam perjalanan pulang langsung diserang dan dihakimi warga. Beruntung Mus berhasil kabur ke Dusun Kayu Madu dan bersembunyi di rumah salah seorang warga. Tak berselang lama polisi datang dan berhasil mengevakuasinya. Namun sial bagi dua orang lainnya yaitu pembeli ternak dan sopir sekaligus pemilik L300. Keduanya yang tengah mengamankan diri di rumah Kadus Kanar, Usman, dikepung warga dari segala penjuru. Kondisi ini memaksa puluhan polisi turun tangan. Upaya polisi untuk melakukan negosiasi tidak membuahkan hasil, warga tetap meminta polisi menyerahkan kedua terduga untuk dihakimi. Warga menutup akses keluar polisi yang hendak mengevakuasi terduga dengan melakukan pemblokiran jalan menggunakan ban bekas. Tak ada jalan lain kecuali menerobos penghalang itu. Warga yang emosi sempat melempar truk Dalmas yang mengangkut kedua terduga. Merasa kecewa, warga melampiaskan emosinya dengan membakar mobil L300 yang terparkir di Lapangan Kanar dan sebelumnya digunakan mengangkut ternak curian.

Baca Juga  Pencuri Mesin Air Tertangkap Saat Curi Burung

Sementara itu puluhan personil Brimob dikerahkan untuk menetralisir situasi. Kehadiran aparat ini semakin memancing emosi warga. Situasi yang kalut memaksa polisi melepas tembakan peringatan, namun warga tak beranjak bahkan melakukan perlawanan dengan melakukan pelemparan. Akibatnya beberapa anggota mengalami luka memar tertimpuk batu. Akhirnya polisi melepas gas air mata sehingga warga membubarkan diri. Situasi terkendali sekitar pukul 24.00 Wita sekaligus penarikan anggota di lapangan.

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM mengatakan, proses evakuasi terduga pencuri ternak berlangsung alot karena warga yang melakukan pengepungan bereaksi. Warga merangsek hendak menerobos blockade anggota untuk menghakimi para terduga.

Dalam proses evakuasi tersebut, empat anggota polisi dan dua warga terluka akibat terkena lemparan batu. “Situasi lumayan menegangkan, karena empat anggota dan dua warga terluka,” sebut Kapolres.

Hasil pemeriksaan sementara lanjut Kapolres, dua dari tiga orang yang diamankan telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah penjual dan pembeli ternak, sedangkan sopir sekaligus pemilik kendaraan untuk mengangkut ternak masih dalam pemeriksaan intensif.

Karenanya Kapolres menghimbau agar masyarakat mempercayakan penanganan kasus itu kepada pihak kepolisian. Ketika mengambil tindakan sendiri, masyarakat akan terjerat hukum. “Apa yang dilakukan polisi untuk melindungi semua, masyarakat tidak terjerat hukum karena main hakim sendiri, dan tersangka dapat diproses hukum sesuai dengan perbuatannya,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda